Tidak mu(r)dah pindah rumah di Jepang

Akhirnya saya pindah rumah untuk yang kedua kalinya di Jepang atau tiga tempat tinggal yang berbeda. Kali ini rumah beneran, bisa dibilang apartemen atau orang Jepang bilang apato. Lha sebelumnya apa? Sebelumnya bisa dibilang hanyalah sebuah asrama.

Asrama yang saya huni pertama kali ketika menginjakkan kaki di Jepang adalah asrama yang disediakan oleh JICA. Mengenai hal ini saya telah menjelaskan dengan detil di tulisan saya sebelumnya di sini. Genap 10 hari saya tinggal di asrama tersebut akhirnya saya pindah ke asrama mahasiswa di dekat Ito Campus Kyushu University namanya Ito Dormitory. Alasannya karena asrama JICA hanyalah fasilitas sementara untuk menampung partisipan JICA dalam menerima briefing dan training sebelum hidup sesungguhnya di Jepang. Alasan yang lain adalah Kyushu University sudah menyediakan asrama bagi mahasiswanya untuk tinggal dekat dengan kampus tetapi tentunya tidak gratis karena tidak ada yang gratis di Jepang. Read more of this post

Konnichiwa

Konnichiwa adalah kata-kata populer yang sering diucapkan orang Jepang. Pada dasarnya adalah ucapan selamat siang tetapi menjadi kata-kata umum menggantikan halo atau ucapan selamat bertemu. Bagi saya, konnichiwa kali ini berarti selamat bertemu kembali dengan Jepang untuk yang kedua kalinya. Kedatangan ke Jepang kali ini saya harus singgah dulu di Jica Center cabang Kyushu untuk mengikuti training selama 9 hari baru kemudian menetap di Asrama Ito dekat kampus Kyushu University. Read more of this post

Antara aku, kasur, kursi, lantai dan berandaku

3 tahun semenjak kelulusanku S1 Geologi UGM selalu kulewatkan dengan bekerja di luar kota. Pada lingkup kerja yang berhubungan dengan profesiku, perusahaan biasanya memberikan fasilitas mess kepada karyawannya. Sudah beberapa kamar mess kurasakan, karena aku sering pindah-pindah perusahaan (koq masih tetep pengen pindah lagi ya :P). Yang terakhir ini adalah yang paling baik diantara kamar-kamar mess yang pernah kurasakan. Read more of this post