Tidak mu(r)dah pindah rumah di Jepang

Akhirnya saya pindah rumah untuk yang kedua kalinya di Jepang atau tiga tempat tinggal yang berbeda. Kali ini rumah beneran, bisa dibilang apartemen atau orang Jepang bilang apato. Lha sebelumnya apa? Sebelumnya bisa dibilang hanyalah sebuah asrama.

Asrama yang saya huni pertama kali ketika menginjakkan kaki di Jepang adalah asrama yang disediakan oleh JICA. Mengenai hal ini saya telah menjelaskan dengan detil di tulisan saya sebelumnya di sini. Genap 10 hari saya tinggal di asrama tersebut akhirnya saya pindah ke asrama mahasiswa di dekat Ito Campus Kyushu University namanya Ito Dormitory. Alasannya karena asrama JICA hanyalah fasilitas sementara untuk menampung partisipan JICA dalam menerima briefing dan training sebelum hidup sesungguhnya di Jepang. Alasan yang lain adalah Kyushu University sudah menyediakan asrama bagi mahasiswanya untuk tinggal dekat dengan kampus tetapi tentunya tidak gratis karena tidak ada yang gratis di Jepang. Read more of this post

Buku Baru Bukan Bajakan

Bagi para pelajar, text book adalah sebuah sumber informasi, peta dasar, pembenaran, dasar teori atau lebih ekstrem-nya seperti sebuah kitab suci. Sistem belajar dengan metode pertemuan di kelas dengan jumlah waktu yang terbatas tidak akan menjadi sempurna apabila tidak disertai membaca text book. Keterbatasan otak manusia, kemampuan menyerap ilmu dan menyampaikannya bagi seorang pengajar menjadikan text book sebuah alternatif wajib yang harus dibaca bagi para pelajar maupun pengajar. Untuk mendapatkan sebuah text book original biasanya kita bisa meminjam di perpustakaan atau membeli secara langsung melalui toko buku biasa atau toko buku online.

Permasalahannya adalah bagi para pelajar atau pengajar khususnya di Indonesia, untuk membeli dan memiliki secara pribadi sebuah text book membutuhkan biaya yang sangat besar. Harga sebuah text book baru berkualitas terbitan blackwell, springer atau yang lain apabila di kurs-kan ke rupiah berkisar antara Rp.500.000 hingga Rp.2.000.000. Alternatif lain yang biasa dilakukan oleh pelajar maupun pengajar adalah fotokopi dari text book asli yang didapat dari perpustakaan atau cara lain yang lebih elegan adalah print ulang dari softcopy bajakan hasil scan dengan halaman muka di print berwarna sehingga tampak seperti asli. Untuk alternatif yang terakhir tersebut yang biasa saya lakukan karena masalah finansial tentunya. Yang paling aman tentu saja tidak memiliki secara pribadi tetapi selalu meminjam dari perpustakaan kala membutuhkan. Anehnya lagi, khususnya di Indonesia masih banyak perpustakaan yang juga meminjamkan fotokopian text book asli yang entah sudah mendapat ijin atau belum dari penulis maupun penerbitnya. Untuk yang berduit tapi tidak banyak, bisa juga membeli second hand melalui toko buku online. Read more of this post

Pijatan Kaki Terakhir untuk Yang Kakung

Saya tidak akan pernah bisa lagi memanggil nama Yang Kakung, sebutan yang selalu saya sampaikan kepada beliau sedari kecil. Hanya satu nama Yang Kakung dan itu kupersembahkan untuk beliau, tidak ada yang lain di dunia ini. Yang Kakung adalah adik ketiga dari nenekku. Ayahku adalah keponakan satu-satunya yang beliau miliki karena ayahku anak tunggal dari nenek dan adik kedua nenekku (Yang Gito almarhum) tidak memiliki keturunan.

Sebuah penghargaan yang teramat besar ketika saya dapat merasakan kasih sayang yang sama seperti yang beliau berikan kepada putra-putrinya. Entah sebuah kebetulan atau takdir, ketika pertama kali menghirup nafas di dunia, saya ada di antara beliau di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Kata ibuku, tali pusarku masih tertanam di Jakarta. Read more of this post

Woalah Ternyata Sheila On 7

Apa jadinya bila anda bertemu dengan artis terkenal? Gugup, senang, histeris, menangis, biasa aja atau malah guling-guling? Itu semua terjadi jika anda mengenal dengan jelas artis idola anda. Jika sang artis sempurna dengan penyamarannya mungkin anda akan bersikap biasa saja dan berlaku cuek terhadapnya tanpa memperdulikan siapa dia.

Ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, ketika sepupu jauh saya yang seorang musisi dari Jakarta berkunjung di rumah saya di Jogjakarta. Mengapa saya baru menulis cerita ini sekarang? Karena saya baru mengingatnya kembali ketika lebaran kemaren bertemu kembali dengannya pada forum silaturahmi keluarga di Solo. Read more of this post

Selamat Membaca

ThinkBagi saya membaca adalah sebuah hobi dan hiburan dikala mengisi waktu selain tentunya sebagai sumber ilmu pengetahuan. Jangan sungkan-sungkan untuk memberikan referensi bacaan bagi saya karena akan dengan senang hati saya membacanya atau jangan susah-susah mencari sebuah hadiah dikala saya berulang tahun karena cukup dengan sebuah buku lah saya bisa mendapatkan kebahagiaan entah apa yang terjadi apabila saya tidak diperbolehkan lagi membaca buku, mungkin bisa menjadi gila atau lebih baik tak usah hidup sama sekali.

Tetapi hal itu tidak berlaku bagi sebagian orang, banyak yang merasakan bahwa pekerjaan membaca adalah sebuah siksaan dimana kondisi tubuh dipaksa untuk berkonsentrasi pada mata dan pikiran sementara anggota tubuh yang lain menjadi statis. Hal inilah yang dirasakan oleh Si Ciku; seorang teman, sahabat dan kekasih; yang susahnya minta ampun jika disuruh membaca padahal saya sangat maniak membaca. Yang paling ekstrem adalah sampai mengajaknya ke toko buku atau pameran buku pun harus dengan paksaan. Read more of this post

Di Bandung kita bertemu dan berpisah

“Aku di Bandung, kapan kita ketemuan? Pokoknya nanti kita harus ketemu di Bandung. Sabtu-Minggu aku libur. Nanti kita kontak-kontakkan lagi”

Begitu kata Wahyu di telepon padaku saat dia berada di Bandung untuk latihan terjun payung lanjut. Memang dia adalah salah satu anggota TNI Angkatan Udara dengan pangkat Lettu.

3 tahun kulewati bersamanya ketika kami berada dalam seragam putih abu-abu. Selalu memilih tempat duduk paling belakang di kelas dan aku selalu berada di depannya. Tak ada kegiatan yang tak kami lewati bersama, kami adalah rangkaian yang tak terpisah bersama sahabat yang lain. Tumbuh bersama mencari jati diri dalam gelegak darah jiwa muda kami. Read more of this post

Detektif Bumi vs Detektif Kasus

agen-rahasialima-sekawan-patung-dewaSewaktu kecil dahulu, saya senang sekali membaca buku Detektif Cilik Hawkeye Collins dan Amy Adams atau serial Lima Sekawan. Kini yang terbaru ada komik dengan tema detektif yang serupa dari Jepang yaitu Detektif Conan dan Detektif Kindaichi tetapi untuk komik bergambar ini saya tidak terlalu mengikuti cuma sebatas tahu saja. Komik atau buku bergenre detektif biasanya usungan temanya adalah mengungkapkan sebuah kasus pencurian, pembunuhan atau hal-hal lain yang kemungkinan kasus dan tersangkanya masih terbuka lebar. Maksudnya, kasus tersebut bisa melibatkan semua pihak bahkan pelapor sekalipun, kita tidak akan pernah tahu hasil akhirnya dan hanya menebak kira-kira siapakah pelakunya dari data-data yang diberikan. Biasanya data yang diberikan sangat terbatas dan datanya bisa dari barang bukti, tempat kejadian perkara atau hasil wawancara dengan orang-orang yang terlibat. Otak dan memori kita akan selalu diasah untuk selalu waspada dan peduli dengan semua data-data atau petunjuk yang diberikan. Bahkan di dalam buku Hawkeye Collins dan Amy Adams, sketsa tempat kejadian perkara digambarkan dan disajikan dengan detil, oleh karena itu perlu sebuah konsentrasi dalam mengutip hasil wawancara dan pengamatan detil hasil sketsa tempat kejadian perkara, dengan prinsip sekecil apapun data tetap merupakan sebuah petunjuk. Kalau analisis kita benar dan menemukan pelakunya sesuai dengan hasil analisis si detektif dalam buku, maka senang dan bangga sekali rasanya, disinilah serunya membaca buku-buku bertema detektif. Read more of this post