Jangan Sampai Berbuih

Sebuah sayatan tipis adalah dasar dari semua analisis geologi yang berhubungan dengan identifikasi mineral. Begitu pentingnya hingga kesempurnaan sebuah sayatan tipis menandai keberhasilan suatu penelitian. Begitu pentingnya hingga seorang ahli geologi selayaknya mampu membuat sebuah sayatan tipis sendiri.

Di Indonesia ketersediaan alat pembuat sayatan tipis tidak begitu banyak dan memiliki tenaga kerja yang melimpah maka pekerjaan pembuatan sayatan tipis selalu saya limpahkan kepada teknisi yang handal. Dengan harga bervariasi Rp. 25.000 hingga Rp.150.000 per-sayatan maka maksimal dua minggu, seluruh sayatan tipis sudah ada di tangan saya untuk siap di teliti di bawah mikroskop. Hasil sayatan tergantung harga tentunya. Untuk yang harga Rp. 25.000 sudah barang tentu tidak begitu bagus dan ukurannya sangat mini. Sedangkan untuk yang mahal, tingkat prosentase sebuah sayatan mendekati kesempurnaan cukup tinggi.

Di Kyushu University Jepang, seorang mahasiswa diwajibkan untuk membuat sayatan tipis sendiri yang sudah barang tentu sebelumnya diberikan training bagaimana cara membuatnya. Giliran saya tiba, sebuah sampel batuan metamorf Ultra High Pressure & Temperature berupa Garnet-Cordierite-Silimanite dari hasil ekskursi kemaren di daerah Higo Metamorphic Terrance Jepang haruslah saya analisis dan pekerjaan membuat sayatan tipis itu akhirnya dimulai juga. Read more of this post

Mendaki Buku

Gunung Tampomas di Sumedang memang tidak seberapa tinggi dibandingkan dengan gunung-gunung di Jawa Tengah atau Jawa Timur seperti Gunung Slamet atau Gunung Semeru tetapi bagi saya yang sudah lebih dari lima tahun pensiun dari kegiatan naik gunung terasa sangat melelahkan dan menguras fisik. Ketinggian Gunung Tampomas kurang lebih 1684 m di atas permukaan laut dengan titik pendakian dimulai di sekitar Desa Conggeang. Perjalanan itu adalah rangkaian dari kegiatan survei untuk menyingkap tabir sejarah geologi Gunung Tampomas bersama rombongan dari Teknik Geologi UGM yang berkolaborasi dengan Kyushu University Jepang. Read more of this post

Sejarah Penyelidikan Geologi di Indonesia

Penyelidikan geologi di Indonesia berperan pen- ting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan sumberdaya alam di Indonesia, tujuannya tidak lain untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa ini. Penyelidikan geologi di Indonesia telah mencapai lebih dari satu seperempat abad dimulai pada tahun 1850. Penyelidikan geologi di Indonesia dalam lingkup peristiwa dibagi menjadi empat masa penting, yaitu Masa Pendudukan Belanda, Masa Pendudukan Jepang, Masa Perang Kemerdekaan dan Masa Mengisi Kemerdekaan.

Read more of this post

Catatan Harian Seorang Geologist

61660_catatan_si_boy_thumb_300_225Mas Boy boleh bangga karena catatan hariannya diangkat film dengan judul Catatan Si Boy yang mampu membuat para wanita di jamannya menjadi tergila-gila. Atau Soe Hok Gie dengan Catatan Harian Seorang Demonstrannya yang mampu menginspirasi generasi muda Indonesia untuk bersikap kritis ketika membacanya. Ada pula Catatan Harian Anne Frank seorang anak Yahudi yang menjadi korban genosida Nazi yang mampu membuat pembacanya meneteskan air mata. Dan masih banyak lagi catatan-catatan harian yang mampu menginspirasi pembacanya. Tetapi ini hanyalah catatan harian seorang geologist, seorang geologist boleh berarti siapa saja yang berprofesi sebagai geologist dan catatan harian ini tidak mampu membuat wanita tergila-gila, tertawa terbahak-bahak dan meneteskan air mata ketika membacanya. Pun catatan ini mungkin hanya bisa diartikan oleh seorang seprofesi dalam ilmu kebumian sehingga kalau anda membacanya dijamin akan kebingungan setengah mati dan cepat-cepat ditutup kembali catatan itu. Read more of this post

Tabir Surya Untuk Bumi

57806_tabir_surya_300_225Apa yang terlintas pertama kali di otak ketika mendengar istilah “Tabir Surya”? Pasti tidak jauh dari salah satu produk kosmetik perawatan kulit. Tabir surya yang saya maksud di sini bukanlah tabir surya untuk kulit tetapi tabir surya untuk bumi. Bukan hanya kulit yang membutuhkan tabir surya tetapi bumi juga membutuhkan tabir surya. Prinsipnya hampir sama dengan tabir surya bagi kulit untuk melindungi efek negative dari sinar matahari sehingga kulit tetap sehat dan tidak merubah pigmen kulit tetapi tabir surya untuk bumi berfungsi untuk mengurangi efek dari pemanasan global dan radiasi sinar matahari bagi bumi sehingga makhluk hidup yang menumpang di atasnya menjadi lebih nyaman. Read more of this post

Gempabumi Milik Siapa?

intensityBerturut-turut negeri kita tercinta ini diguncang gempa. Setidaknya beberapa waktu belum lama ini telah terjadi tiga kali gempa yang waktunya berdekatan yaitu gempa Tasikmalaya, gempa Sumatera Barat dan gempa Sumatera Selatan. Selalu, segera setelahnya media massa memberitakan informasi gempa terkini mulai dari kondisi daerah terkena gempa, korban jiwa dan hal-hal lain yang berhubungan dengan gempa yang terjadi.

Sebuah stasiun radio setelah gempa Tasikmalaya dan Padang mengadakan acara telepon interaktif dengan pendengarnya berkenaan gempa yang terjadi sebelumnya. Komentar demi komentar berdatangan seluruh penjuru masyarakat di Indonesia menandai tingkat pemahaman masyarakat Indonesia tentang gempa. Yang menjadi menarik disini adalah sebagian besar dari komentar menandai gempa sebagai hukum alam akibat ulah manusia atau pemerintah dan takdir Tuhan, hanya sebagian kecil saja yang berpikir secara ilmiah mengenai kejadian geologi, sebagian kecil lainnya justru berpikir bahwa ini kejadian metafisika-supranatural-paranormal oleh makhluk gaib penghuni bumi nusantara ini. Read more of this post

Letusan Krakatau (1883) “Fenomena Warna di Langit Dunia”

1883_krakatauPada 1883, Krakatau adalah sebuah pulau gunungapi yang terletak di selat Sunda diantara pulau Jawa dan Sumatera bagian dari Negara Indonesia yang saat itu masih dikuasai oleh Belanda. Lama tertidur, Krakatau meletus hingga terdengar ribuan kilometer di seluruh penjuru dunia. Letusannya dianggap suara terkeras yang pernah terdengar di bumi kala itu. Debu volkanik dan batuapung terlontarkan ke atmosfer mengakibatkan sebagian besar dari pulau itu runtuh menghasilkan kaldera. Tsunami menyusul sesudahnya dan menyapu 160 kota dan desa membunuh 40.000 orang di sekitarnya. Read more of this post