Gempabumi Milik Siapa?

intensityBerturut-turut negeri kita tercinta ini diguncang gempa. Setidaknya beberapa waktu belum lama ini telah terjadi tiga kali gempa yang waktunya berdekatan yaitu gempa Tasikmalaya, gempa Sumatera Barat dan gempa Sumatera Selatan. Selalu, segera setelahnya media massa memberitakan informasi gempa terkini mulai dari kondisi daerah terkena gempa, korban jiwa dan hal-hal lain yang berhubungan dengan gempa yang terjadi.

Sebuah stasiun radio setelah gempa Tasikmalaya dan Padang mengadakan acara telepon interaktif dengan pendengarnya berkenaan gempa yang terjadi sebelumnya. Komentar demi komentar berdatangan seluruh penjuru masyarakat di Indonesia menandai tingkat pemahaman masyarakat Indonesia tentang gempa. Yang menjadi menarik disini adalah sebagian besar dari komentar menandai gempa sebagai hukum alam akibat ulah manusia atau pemerintah dan takdir Tuhan, hanya sebagian kecil saja yang berpikir secara ilmiah mengenai kejadian geologi, sebagian kecil lainnya justru berpikir bahwa ini kejadian metafisika-supranatural-paranormal oleh makhluk gaib penghuni bumi nusantara ini.

Yang berpikir bahwa gempabumi takdir Tuhan adalah karena ulah manusia di Indonesia khususnya semakin tidak bermoral, korupsi dimana-mana, penghambur-hamburan uang pada pelantikan anggota DPR sampai dengan aksi para terorisme yang tidak segera sadar malahan menjadi-jadi sehingga Tuhan mengingatkan hal ini dengan gempabumi. Yang berpikir bahwa gempabumi adalah hukum alam karena ulah manusia yang mengeruk sumberdaya alam tanpa memikirkan kembali akibat pada anak cucunya nanti sehingga hutan-hutan menjadi gundul, bencana alam tanah longsor dan banjir ada dimana-mana termasuk gempabumi. Yang berpikir gempabumi karena kejadian metafisika menghubungkan dengan fenomena-fenomena gaib yang ditemuinya sebelumnya seperti adanya kuda putih berarak dari lautan atau suara gaib yang datang dimalam sebelum gempa karena makhluk gaib dari dunia lain ingin menunjukkan eksistensinya kepada manusia. Yang berpikir gempabumi karena kejadian geologi merupakan komentar yang paling sedikit beralasan bahwa gempabumi diakibatkan karena gaya tektonik pertemuan dua lempeng Indo-Australia dan Eurasia pada zona penunjaman di sebelah barat Sumatera dan selatan Jawa.

Sebenarnya sah-sah saja perbedaan pendapat mempertanyakan gempabumi itu milik siapa karena setiap hal pasti ada sisi positifnya. Gempabumi akibat takdir Tuhan mengingatkan kita agar kembali ke fitrahnya untuk selalu berjalan di jalan agama dengan baik dan benar. Gempabumi akibat hukum alam mengingatkan kita untuk menghilangkan sifat rakus mengeksploitasi alam. Gempabumi karena metafisika mengingatkan kita bahwa hidup di dunia tidak sendiri melainkan ada makhluk lain yang eksis sehingga tidak sembarangan dalam bersikap. Gempabumi karena kejadian geologi mengingatkan kita bahwa kejadian ini adalah kejadian yang akan sering kita temui dari konsekuensi posisi geografis Indonesia pada zona pertemuan dua buah lempeng tektonik.

Gempabumi boleh milik siapa saja tetapi yang terpenting adalah pemahaman masyarakat mengenai kejadian ini. Gempabumi di Indonesia tidak terjadi sekali atau dua kali tetapi sudah ribuan kali sehingga perlu pemahaman pada masyarakat untuk sadar bahwa suatu saat nanti akan terjadi gempabumi yang serupa. Status sadar tersebut haruslah di teruskan dengan antisipasi sikap dalam kehidupan sehari-hari untuk siap menerima gempa selanjutnya di masa yang akan datang yang sampai saat ini masih belum bisa diprediksi dimana dan kapan akan terjadi. Langkah-langkah atau antisipasi sikap yang benar dalam menghadapi gempa akan mengurangi resiko materiil atau non materiil akibat gempabumi.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum gempa

Persiapan menghadapi gempa dapat mengurangi kerusakan dan mengurangi jumlah manusia yang mengalami luka-luka atau meninggal. Berikut ini adalah langkah-langkah sebelum terjadi gempa:

  • Rumah yang dibangun di atas pondasi harus bertulang; perbaiki jika ada retakan pada pondasi atau plafon/langit-langit.
  • Cek bahaya di dalam rumah.
    • Rak buku yang tinggi harus dikunci/diikatkan pada dinding, dengan objek yang lebih berat ditempatkan di lantai rak;
    • Material yang mudah terbakar dan zat kimia juga diletakkan di lantai atau pada laci/loker yang terkunci;
    • Gelas dan keramik juga ditempatkan pada bagian bawah laci/loker yang dilindungi dengan palang atau grendel;
    • Gambar dan cermin yang berat tidak digantung ketika ada orang tidur atau duduk di bawahnya.
  • Pelajari bagaimana caranya mematikan semua alat-alat yang ada di dalam rumah
  • Sediakan selalu alat-alat dan bahan-bahan untuk keadaan darurat (tempatkan pada tempat yang aman, seperti kontainer plastik); lampu senter dan baterai ekstra, radio portabel, alat bantu darurat dan manualnya, obat-obatan esensial, makanan dan air darurat, sleeping bags, korek api, kompor dan propane, sepatu kuat, uang dan kartu kredit. (Cek kondisi baterai, air dan makanan tiap enam bulan).
  • Sediakan rencana komunikasi darurat untuk menemukan kembali keluarga yang terpencar selama gempa berlangsung.

Langkah-langkah yang harus dilakukan ketika gempa berlangsung

  • Jika di dalam rumah/gedung, masuklah ke bawah meja yang kuat dan letakkan pada bagian pinggir atau pojok ruangan, di tengah ruangan, atau jalan pintu.
  • Jauhi jendela atau sesuatu yang memungkinkan untuk jatuh menimpa anda. Pada bangunan yang berisiko tinggi, jangan berlari keluar atau melalui tangga yang mungkin akan rusak atau terhalang orang-orang; jangan pernah menggunakan elevator/lift.
  • Jika pada bangunan yang tidak aman, lebih baik tinggalkan bangunan itu. Karena kebanyakan luka-luka diakibatkan oleh ketika orang meninggalkan bangunan saat terjadi gempa atau dihantam oleh komponen bangunan yang jatuh.
  • Jika berada di luar ruangan, berpindahlah pada daerah terbuka jauh dari bangunan, lampu penerangan jalan, dan alat-alat lain hingga goncangan reda.
  • Jika sedang mengendarai kendaraan, pelan-pelan dan menjauhlan dari bangunan, pohon, jembatan, lereng landai, jembatan penyebrangan, dan alat-alat lainnya. Tinggal di dalam kendaraan hingga goncangan reda.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan sesudah gempa

  • Persiapan untuk gempa susulan
  • Bantu siapa pun yang mengalami luka-luka atau tertimbun; jangan memindahkan orang yang terluka parah jika tidak berbahaya.
  • Cek peralatan yang mengalami kerusakan. Jika mencium bau gas, tutuplah keran gas, buka jendela, dan tinggalkan segera. Jika peralatan listrik ada yang putus/konslet, matikan saklar utama. Jika pipa air rusak, tutuplah klep pensuplai utama.
  • Dengarkan radio untuk mendapatkan informasi darurat; gunakan telfon hanya untuk pemanggilan darurat.
  • Jangan bepergian jika tidak diperlukan; jauhi daerah-daerah pantai (hingga dipastikan bahwa bahaya tsunami tidak ada), jauhi daerah yang rentan longsor, jauhi struktur yang mengalami kerusakan.

Apabila saya ditanya bagaimana pendapat pribadi saya mengenai gempabumi maka sebagai seseorang yang pernah mengenyam pendidikan geologi maka saya lebih setuju pada penjelasan ilmiah bahwa gempabumi besar yang berlangsung di Indonesia belakangan ini disebabkan karena pertemuan dua buah lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Penjelasan ilmiah mengenai status gempabumi di Padang dan di Sungai Penuh bisa dibaca dari penjelasan Dr. Danny Hilman Natawijaya seorang peneliti geologi dari LIPI yang meneliti kejadian gempa di Sumatera dalam wawancaranya dengan KOMPAS pada tanggal 2 Oktober 2009. Dalam wawancara tersebut  Dr. Danny Hilman Natawijaya mengatakan bahwa gempa Padang dan di Sungai Penuh adalah dua hal yang berbeda secara genesa. Gempa Padang adalah gempa dari patahan aktif pada lempeng Indo-Australia, sedangkan gempa di Sungai Penuh terjadi pada Patahan Sumatera yang membelah wilayah Bukit Barisan. Akumulasi tekanan tektonik (energi gempa) pada wilayah batas lempeng (plate boundaries) Sumatera-Jawa secara kebetulan sudah tinggi. Akumulasi energi di setiap sumber gempa/patahan aktif sudah penuh sehingga pada 10 tahun terakhir kita menyaksikan pelepasan akumulasi tekanan tektonik secara beruntun, terjadi gempa saling susul.

Setelah membaca semua penjelasan tersebut sekarang tinggal anda menentukan siapakah sebenarnya pemilik gempabumi itu sesungguhnya. Yang harus diingat adalah langkah-langkah antisipasi terhadap gempabumi selanjutnya karena getaran gempa tidak membunuh tetapi langkah-langkah antisipasi gempa yang tidak tepatlah yang akan merugikan materiil ataupun non materiil.

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

2 Responses to Gempabumi Milik Siapa?

  1. Octa says:

    mantafff… infonya sangat2 bermanfaat. Mo nanya nih, kalo daerah kalimantan adakah kondisi alam yang bisa menyembabkan terjadinya gempa ? Potensi bencana apa yang mungkin terjadi di kalimantan ?

    Dari semua pendapat tentang penyebab gempa bumi diatas, semuanya saya setuju. Ada satu yang tidak setuju yaitu diakibatkan karena ada makhluk gaib yang ingin menunjukkan eksistensinya

    Tidak dipungkiri memang makhluk gaib itu ada. Tapi makhluk gaib seperti apa yang bisa membuat bumi bergetar begitu dasyatnya. Tidak ada satupun makhluk yang ada dimuka bumi yang sanggup, kecuali hanyalah Allah swt.

    • iwantolet says:

      Dalam sudut pandang geologi, Kalimantan memang jauh dari zona pertemuan lempeng sehingga gempa teknonik tidak terjadi di sana. Gunungapi juga tidak ada, jadi tidak ada gempa volkanik yang terjadi di sana. Yang mungkin terjadi seandainya ada gempa adalah jatuhan meteorik atau ada gempa karena aktivitas manusia seperti ledakan penambangan atau alat berat lewat. Gempa lain yang terasa di sana mungkin dari sumber gempa di tempat yang lain seperti di Sulawesi atau Sumatera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: