Disorientasi Mahasiswa

Mahasiswa adalah sebuah status yang prestisius di negeri ini. Status yang bukan main-main karena revolusi yang terjadi di negeri ini banyak dipengaruhi olehnya. Masih ingatkah, bahwa pergantian presiden pertama (Soekarno) dan kedua (Soeharto) Indonesia karena campur tangan gerakan mahasiswa sehingga tidak bisa disangsikan lagi pentingnya menjadi mahasiswa di Indonesia. Bahwa masa depan negeri ini juga berada di tangan para calon-calon pemimpin yang cerdas dan nasionalis, siapa lagi kalau bukan para mahasiswa. Ini berarti menjadi mahasiswa tidak hanya bertanggung jawab terhadap orangtua atau penyandang dana kuliah tetapi juga kepada bangsa Indonesia. Status mahasiswa disandangkan bagi para pelajar perguruan tinggi. Dari asal katanya juga menunjukkan sebuah penghargaan yang besar. Maha dan Siswa, Maha dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti bentuk terikat; amat; yang teramat sedangkan Siswa berarti murid. Sehingga kalo digabungkan berarti murid yang sangat besar dan dihormati.

Adalah sebuah konsekuensi yang teramat besar dalam menyandang status mahasiswa seperti yang telah diketahui tanggung jawab dan masadepannya, untuk itulah seorang mahasiswa haruslah sadar diri akan statusnya. Sikap mental ini haruslah ditekankan ketika para calon pemimpin ini ketika menginjakkan kaki pertama kali untuk menimba ilmu di Universitas. Kiranya inisiasi kampus menjadi penting untuk hal semacam ini dan bukan semata-mata perploncoan dan senioritas karena apabila hal itu masih terjadi bisa jadi bahwa para seniornya pun tidak paham mengenai status mahasiswa yang disandangnya. Harapannya setelah mereka diberi pengarahan sikap mental dan rasa tanggung jawab yang benar terhadap status mahasiswa yang baru disandangnya maka seorang mahasiswa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mulai dari keluarga, kampus dan negara. Jiwa interpreneurship dan leadership muncul mulai dari yang terendah hingga tertinggi dibuktikan dengan keaktifan berorganisasi selain juga kewajibannya yang utama untuk belajar di ruang akademik.

Apa yang bisa kita lihat saat ini adalah banyaknya sikap apatis, skeptis, tidak peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak peduli dengan perkembangan kenegaraan seakan-akan para mahasiswa mempunyai kehidupannya sendiri tanpa membutuhkan orang lain dengan sikap anti sosial yang hanya menghabiskan waktunya dengan game online dan situs jejaring sosial dengan teman yang berjumlah ribuan padahal jika bertemu langsung mengajak berkenalan pun mendadak menjadi gagap.

Atau lagi terjebak dalam dunia intelegensia semu dengan menjadi joki ujian masuk perguruan tinggi negeri. Mahasiswa seperti ini mempunyai kecerdasan di atas rata-rata dan mengapresiasi kewajibannya untuk belajar dengan tekun dan rajin seperti seorang musafir yang kehausan di padang pasir dan bertemu oasis pengetahuan tetapi sayangnya tidak dibarengi dengan moralitas yang baik dan benar. Kedepannya apabila tidak segera diselamatkan moralnya akan meneruskan perjuangan para penjahat kerah putih lainnya yang merugikan negara bertrilyun-trilyun rupiah tanpa terlacak sehelai rambutpun.

Lingkungan kampus bak ajang fashion show dengan memamerkan model pakaian terbaru yang sebenarnya kurang layak dipakai untuk menimba ilmu. Hal ini tidak lepas dari peran serta media terutama sinetron yang sering menampilkan citra mahasiswa yang glamour dengan segala dunia hura-hura tanpa peduli dengan lingkungan sekitar. Para mahasiswa baru dari berbagai pelosok Indonesia akan dengan segera melupakan tujuan utamanya menjadi mahasiswa dan keluguannya semasa SMA dan menjelma menjadi mahasiswa yang hedonis membuat orangtua menjadi lebih banyak mengelus dada dan lebih menguras kocek untuk hal-hal di luar proses pembelajaran padahal kompetensi pendidikan gratis atau beasiswa syaratnya semakin ketat dengan prestasi akademik yang membanggakan.

Kasus menarik lain lagi adalah kepedulian mahasiswa yang membabi buta dan lingkungan kampus bukan sebagai lembaga menimba intelegensia tetapi sasana ring tinju dan latihan kemiliteran. Kepedulian yang membabi buta tanpa disertai dengan konsep pemikiran yang jelas menjadikan mahasiswa binatang buas yang malah membuat keruh suasana atau bahkan ajang tawuran dengan sesama mahasiswa dengan alasan sepele seperti berebut meja di kantin. Di dalam tas mereka bukan berisi buku-buku mata kuliah dan alat tulis tetapi senjata tajam dan bom molotov.

Harus dipahami bahwa seorang mahasiswa mempunyai kewajiban utama untuk belajar, dengan kedewasaan berpikir dan rasa tanggung jawab maka kegiatan belajar mengajar haruslah dibarengi dengan pengalaman berorganisasi untuk mengasah jiwa sosial kenegaraan dan kedua hal tersebut sebaiknya berjalan secara seimbang apabila tidak maka salah satunya akan keblinger dan disorientasi. Jangan sampai masyarakat sekitar kampus pada khususnya dan warga negara Indonesia pada umumnya merasa tidak diuntungkan dengan kehadiran mahasiswa untuk membangun lingkungannya.

Setelah 64 tahun Indonesia merdeka dengan masih menyisakan segala macam problematika sosial, politik, dan hal-hal kenegaraan lainnya masihkan kita percayakan masa depan Indonesia kepada para mahasiswa? Tetapi kalau bukan mereka siapa lagi? Semoga masih banyak para mahasiswa yang tidak lupa akan tujuan utamanya dan bersedia untuk mengabdi demi negara Indonesia tercinta ini.

Sumber gambar : http://www.suarapembaruan.com/News/2008/05/15/Sorotan/15demore.gif

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

7 Responses to Disorientasi Mahasiswa

  1. agn says:

    mau gimana ngga apatis mas kalau organisasi yg menjadi trigger menuju kesana diberangus.

    Tapi emang ada bagusnya kalau kita lebih konsentrasi ke hal-hal yg lebih bersifat membangun melalui karya sesuai dengan bidang masing2. Nyambung gak sih komentar gw? ahahaha..

  2. nadya says:

    mahasiswa? sudah lupa tuh😛 (weee gayaa)

  3. igen says:

    duh yg msh berstatus mahasiswa….
    lha kowe jenis mahasiswa sing ndi brenk?
    melu castine film “menculik miyabi” ra oktober iki?

  4. yuslih Rani Farha says:

    mahasiswa???
    Diam diam dan diam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: