Geologist Waktu Itu

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan berkunjung di ruang kerja Pak Bob Yuris Chandra –seorang ahli palinologi jebolan S1 Biologi UGM angkatan 92 dan sekarang sedang menempuh S2 Geologi ITB– di laboratorium palinologi di kampus geologi ITB. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan Pak Bob, tiba-tiba saya ditunjukkan dengan sebuah surat yang tersimpan rapi dalam rak di laboratorium tersebut.

Surat tersebut tertanggal 15 April 1986 dari seorang mahasiswa kerja lapangan geologi (Alfian) kepada dosen pembimbingnya (Dr. Harsono Pringgopawiro). Yang menarik dari surat ini adalah kita bisa membayangkan bagaimana kondisi perkuliahan geologi pada kurun waktu tersebut (1986-an) dimana belum ada alat komunikasi telepon selular, telepon rumah ataupun transportasi yang memadai sehingga surat-menyurat merupakan sarana yang cukup strategis di jamannya. Setelah meminta ijin akhirnya saya berkesempatan untuk mengabadikan surat tersebut dengan di scan.

surat-rsz

Dari hasil scan surat tersebut, kemudian saya translate ulang maka tulisannya seperti ini:

Desa Japah 15 April 1986

Kepada

Yth. Bapak Dr. Harsono Pringgopawiro

Di Bandung

Dengan Hormat

Dengan ini kami khabar kan kepada Bapak, bahwa kami bertiga Alfian. (5178040), Hendarmin A. (5180055) dan Eko Atmanto (5180060) di bawah bimbingan Bapak telah berada di lokasi penelitian lebih kurang satu bulan setengah dalam rangka penelitian Geologi.

Kami akan berada di lapangan ini selama dua bulan. Kegiatan kerja lapangan yang efektif kami lakukan ±35 hari sisa nya kami manfaat kan untuk istirahat di samping cuaca yang tidak mendukung hujan sepanjang hari mudah-mudahan sisa dua minggu ini kami manfaatkan full dilapangan. Untuk itu kami mohon maaf pada Bapak karena baru sekarang memberi khabar hal mana disebabkan susah nya transport ke kantorpos terdekat.

Dalam mengurus izin penelitian kami tidak mendapat halangan mulai dari Pemda Jawa Barat, Jawa Tengah di Semarang sampai ke Pemda Kabupaten Blora dan kecamatan Ngawen semua berjalan lancar.

Masalah yang kami hadapi banyak terdapat di lapangan tapi dengan banyak nya literatur yang kami bawa dan melalui diskusi satu-demi satu alhamdulilah masalah itu teratasi.

Tapi bagaimanapun masih banyak yang akan kami tanyakan pada Bapak. Sehubungan dengan itu kami siap menanti kedatangan Bapak di lokasi penelitian sehabis Lebaran sesuai dengan kesediaan dan waktu yang ada pada Bapak ketika kami sendiri. Alfian menghadap Bapak tempohari di Bandung.

Akhirnya Kami ucapkan banyak-banyak trimakasih atas perhatian Bapak

Hormat Kami

an

(Tanda Tangan)

(Alfian)

Tercengang cukup lama ketika saya membaca surat ini, dan seketika terlintas dalam pikiran saya membandingkan kondisi ketika saya kerja lapangan pemetaan dibimbing oleh Bapak Ir. Sukardi dan Bapak Prof. Sukandarrumidi baik itu di daerah Borobudur maupun di Banjarnegara ketika masih menempuh S1 di UGM. Kondisinya sangat kontras karena dalam hitungan jam, saya sudah bisa berada di kampus seketika atau dalam hitungan detik saya bisa mengirim sms kepada dosen pembimbing.

Apa yang bisa diambil dari surat ini adalah sebuah semangat dalam pencarian keilmuan geologi. Semoga cukup memberikan motivasi bagi para geologist masa kini agar bisa bertahan dalam kondisi apapun untuk menyuarakan para batu yang membisu itu. Dalam keyakinan saya berkata bahwa para geolog itu pasti saat ini telah sukses di bidang geologi.

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

9 Responses to Geologist Waktu Itu

  1. xyz says:

    wahhhhhhhhhh… teknologi memang bermata dua ya.. mempermudah sekaligus terkadang menjadi bagian dari pengrusakan.. he he he.. mantap.. ini surat jangan2 juga belum nyampe ke si empu nya..

  2. nadya says:

    hiks hiks hiks hiks …. marakke trenyuh ….

  3. Nugroho says:

    @xyz: kayaknya udah nyampe deh, soalnya surat itu kan dapet di kampus, berarti udah nyampe kampus
    @nadya: jadi ngerasa kalo perjuangan kita ini belum ada apa2nya dibandingkan mereka

  4. zefka says:

    jadul banget mbreng, tp ngeri banget ya.. 35 hari

  5. pindar says:

    emang mantep bro, geologist jadul dan sekarang jauh banget, bayangin gimana rasanya pemetaan jaman dulu, cuma modal bolpen ama kertas..wuih..

  6. Ari Black says:

    Pesan untuk Bob:(Pak Bob Yuris Chandra)

    Masih hidup Bob…?
    Ini Gue, Ari…. di semarang

    Jangan under estimate lagi Bob, Gue udah masuk kwadran 3, bukan employee lagi..

    Widoyo di surabaya, Rifa pindah microsoft….
    Nomermu hilang, nomerku masih yang dulu

    Ary Black

  7. kurnianto ganteng says:

    piye bob,biyen wis tau dwe ip senasib..nasakom..kok saiki lali karo aku..gaya tenan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: