Azab Geologi

Rangkaian shalat Jum’at adalah adanya khotbah dan ini adalah ketentuan, kalo tidak ada mungkin rasanya wagu. Bukan hanya melengkapi rangkaian saja tetapi yang terpenting adalah isi dari khotbah itu. Se-pengalaman saya mengikuti khotbah Jum’at telah mendengarkan berbagai materi dan isi khotbah yang bervariasi mulai dari yang sifatnya provakatif, fundalisme, sejarah, dan informasi-informasi terkini tentang berita nasional tentunya berhubungan dengan akidah Islam. Dari yang hanya monoton membosankan bikin ngantuk (karena materinya itu-itu saja), provokatif bikin mangkel sampai ingin keluar dari forum khotbah Jum’at, sampai yang menarik karena memberikan informasi update berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Suatu ketika saya bersama teman berkesempatan untuk sholat Jum’at di masjid dekat dengan kos-nya. Yang menarik adalah topik yang diambil mengenai bencana alam yang sering melanda negara kita ini. Mungkin khatibnya terinspirasi dengan bencana yang barusan terjadi; luapan air situ gintung. Sang khatib berkata bahwa bencana alam itu adalah bikinan Tuhan pada umatnya yang dzolim, mengambil kasus pada air bah pada masa Nabi Nuh. Dan masih dalam khotbahnya, dia berkata bahwa ini tidak ada hubungannya dengan dunia ilmu pengetahuan, ini semata-mata karena kehendak Tuhan, kalau Dia berkata jadi maka jadilah bencana itu. Kesimpulannya adalah tsunami di Aceh, gempabumi di Jogja, bencana gunung meletus, tsunami di Banyuwangi dll karena umatnya dzolim pada umumnya adalah warga negara Indonesia sehingga perlu diperbaiki lagi tingkat keimanannya.

Selepas sholat Jum’at, kawan saya yang seprofesi mahasiswa S2 geologi menggerutu karena penjelasan khotib tidak masuk akal dalam ilmu pergeologian. Tsunami, gempabumi, gunung meletus adalah aktivitas geologi biasa yang terjadi karena Indonesia merupakan zona batas lempeng aktif pertemuan antara lempeng benua Eurasia dengan lempeng samudera Australia dan bencana geologi adalah resiko logis daripadanya. Dia mengambil analogi bahwa jangan harap menjadi vegetarian kemudian tidak ditanduk oleh banteng atau pecinta hewan tidak dimakan oleh singa. Jadi apakah negara-negara yang tidak mempunyai resiko bencana geologi mempunyai umat yang tidak dzolim? Itu karena semata-mata posisi geografisnya tidak terdapat resiko bencana geologi.

Menyikapi ini, saya berpikir bahwa memang ada koneksinya antara bencana geologi dengan azab yang diberlakukan Tuhan kepada umatnya seperti yang tertulis pada kitab suci. Tidak salah bagi sang khotib menjelaskan hal semacam itu, mungkin juga karena pengetahuan geologinya terbatas. Ambil contoh seperti banjir bandang Nabi Nuh yang melahab umatnya yang dzolim ternyata mempunyai korelasi positif terhadap adanya tsunami pada masa itu atau adanya kisah umat yang dihujani dengan batu api dari langit ternyata mungkin ada korelasinya dengan adanya bencana vulkanisme atau ada yang menyebut adanya kandungan gas metana yang terbakar di sana. Saya pikir memang ada korelasinya apa yang telah dituliskan di kitab suci dengan kejadian yang bisa dijelaskan dengan ilmiah, kalau tidak sekarang mungkin suatu saat nanti. Pun bisa sampai akhir zaman masih berupa tafsir tanpa bisa dijelaskan secara ilmiah.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah bencana itu merupakan pertanda bahwa warga Indonesia memang layak mendapat musibah itu karena kelalaiannya menjalankan perintah agama atau memang bencana geologi biasa? Sebagai orang yang mengenyam ilmu geologi maka bencana itu adalah konsekuensi logis dari aktifitas geologi dan kita tidak menghindarinya kecuali hanya mengurangi korban jiwa dan kerugian. Mengenai penunjukkan bahwa kita pantas mendapatnya karena azab dari Tuhan ini berarti bahwa selama kita hidup di Indonesia maka kita akan menjadi umat yang selalu di azab oleh Tuhan karena akan selalu ada bencana geologi susulan lagi. Adalah dijadikan sebagai introspeksi kepada diri kita masing-masing bahwa kematian tidak jauh dari kita.  Bagi yang beragama maka gunakanlah agamamu untuk hidup lebih baik lagi sesuai dengan tuntunannya, bagi yang atheis gunakanlah hidupmu sebaik-baiknya juga. Bukankah hidup sebentar di dunia ini lebih nikmat kalau damai dan menjalaninya sebaik-baiknya🙂 Sekali lagi, jangan harap menjadi seorang vegetarian kemudian tidak ditanduk banteng.

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

5 Responses to Azab Geologi

  1. zefka says:

    Di setiap bencana/musibah pasti ada hikmahnya, semacam ujian untuk naik kelas, kalo kita lulus, tabah, sabar mengadapi cobaan dengan tetap yakin padaNya ya artinya ntar kita naik tingkat.

    Kasihan Indonesia deh.. dekat dgn semua bencana geologi… ujian terus, tp gak lulus2, materi soalnya terlalu banyak.


    lha ga ada pilihan untuk bisa lulus koq, emang kerjaannya ujian tapi bagaimana biar nilainya ga jelek2 amat

  2. popon says:

    Coba tak review-ke…
    Dalam cerita itu, kejadiannya begini. Pasukan gajah yang dipimpin Abrahah menyerang Ka’bah. Waktu itu Abrahah naik gajah namanya Muhammad. Itulah kenapa Rasul terakhir umat Muslim bernama Muhammad. Karena beliau lahir pada tahun Gajah.
    Nah, atas ulah nekat itu, Tuhan pun melaknat Abrahah. DikirimkanNya serbuan batu panas ke pasukan naas itu. Batu itu bahkan disebutkan dibawa oleh burung-burung ababil.

    Nah, sampai sekarang aku belum dapat kejelasan, batu panas itu asalnya darimana. Kok ada burung segala, kiasan kejadian ilmiah apa itu? apa batu itu turun dari aktivitas vulkanis yang disertai debu vulkanik, beterbangan mirip burung. Tapi melihat letaknya, kejadian itu di Arab. Apa ada gunung vulkanik di dekat kawasan tu. Coba terangkan padaku hai geologis.

    Aku sudah percaya soal teori banjir bandang Nabi Nuh dari penjelasan geologismu. Katastropi. Nah, kalau batu panas itu fenomena geologis apa ya?


    namanya juga tafsir, boleh dibilang istilah jawa “gothak-gathik-gathuk”. supaya yang meyakininya lebih mantap kalau masalah kebenaran masih interpretasi sifatnya ambil hikmahnya saja

  3. abah says:

    makanya cepet2 insyaf om.. udahan nontonnya😀


    udahan nonton sendiri, kapan nonton bareng?

  4. igen says:

    pas aq jadi vegetarian ga ditanduk ma banteng je,,,tp malah ditanduk ma luna maya hehehe…..

  5. Nugroho says:

    perasaan luna maya ga punya tanduk deh???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: