Evolusi Conthong

lamarckPada tahun 1800-an seorang ahli biologi Perancis bernama Jean-Babtiste de Lamarck mengeluarkan teori evolusi yang salah satunya poinnya mengatakan bahwa “Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang.” Dalam teori tersebut, Lamarck menggunakan contoh kepala jerapah; pada awalnya jerapah tidak memiliki leher yang panjang, tetapi seiring dengan waktu karena makanan kesukaannya berada jauh di puncak pohon dan si jerapah sering memaksakan leher dan kepalanya untuk mendongak mencubit daun di puncak pohon maka lehernya menjadi panjang. Pertanyaannya adalah mengapa jerapah tidak berevolusi punya sayap sekalian biar bisa terbang di puncak pohon dan makan sepuasnya? Diawali dengan loncat-loncat kecil kemudian loncat-loncat besar dan terbanglah dia menggapai daun-daun di puncak pohon, puncak gunung akhirnya sampai ke luar angkasa. Ah… itu hanya imajinasi saya saja. Teori Lamarck ini tidak lagi digunakan dan sampai sekarang masih menimbulkan banyak kontroversi bersama dengan koleganya Mbah Darwin, mungkin sudah menjadi takdirnya bahkan sampai puluhan tahun sepeninggalnya untuk dikutuk dan dipuja umat manusia.

Saya pribadi tidak menghakimi teori Mbah Lamarck ataupun Mbah Darwin sebagai benar atau salah tergantung dari sudut pandang mana saya menggunakan teori tersebut. Dalam ilmu pergeologian terkadang untuk menjelaskan sejarah geologi harus menggunakan teori evolusi dari salahsatunya karena memang belum ada teori evolusi tandingan yang lebih valid yang bisa digunakan untuk menjelaskan. Dipakai seperlunya sajalah, toh saya tidak fanatik terhadap teorinya koq.

Dalam tulisan ini saya hanya ingin menggunakan teori ini untuk mengakomodir imajinasi saya. Terlahir dari hasil diskusi dengan seorang sahabat yang bercerita tentang kemajuan negara tetangga dalam bidang ilmu pengetahuan yang membuat terobosan-terobosan baru walaupun mempunyai keterbatasan sumber daya alam dibandingkan dengan negara kita tercinta Indonesia. Sahabat bercerita bahwa ditemukannya varietas pohon buah yang bisa menghasilkan beberapa macam buah dalam satu pohon. Apabila dilihat dalam konteks latar belakang sejarah dan lingkungan maka Indonesia yang notabene mengklaim sebagai negara agraris dengan daerah yang begitu luas ditunjang dengan tanahnya yang subur seharusnya inovasi dalam dunia agraris bisa lebih maju dari negara tetangga donk… Mungkin suatu saat diciptakan inovasi tandingan karya anak bangsa berupa sebuah pohon yang selalu berbuah tergantung musimnya. Kalau pas musin durian ya berbuah durian, kalo pas musim rambutan ya berbuah rambutan, kalo pas musim salak muncul salak, kalo ternyata dalam satu musim ada dua tipe buah yang berbuah maka pohon tersebut juga akan menghasilkan dua tipe buah di batangnya. Hebatkan? Kalo yang ini paling pas namanya “Pohon Buah-buahan Mak Nyuss Pemirsa”.

Nah, sekarang masuk kembali ke dalam teori evolusi Mbah Lamarck: “Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang”, seandainya teori ini berlaku maka para manusia-manusia cerdas bin jenius yang selalu berinovasi dan menciptakan teknologi baru, dalam evolusinya akan mempunyai volume otak yang lebih besar dibandingkan manusia yang lain dan organ-organ lainnya akan menyusut atau menghilang. Jadi bisa dibayangkan bahwa nantinya akan ada sosok manusia dengan diameter kepala sebesar ban mobil dengan tubuh kerdil dan tangan dan kakinya sebesar kutil sehingga kalau berjalan ngesot atau ngglundung. Kalau makan dan minum tinggal sedot pakai sedotan dari cairan berkalori dan nutrisi tinggi. Sebagian besar waktu hidupnya dihabiskan di depan computer yang bisa mengerti bahasa manusia tanpa harus mengetik keyboard dan menggerakkan mouse. Manusia-manusia ini menghuni sebagian besar di negara-negara maju pioneer ilmu pengetahuan penggagas teknologi baru yang mutakhir bin dahsyat.

Bagaimana dengan di Indonesia? Kalau kita menganut teori evolusi Mbah Lamarck maka Indonesia pun manusianya tidak luput dari wabah evolusi ini. Seiring dengan kondisi politik Indonesia yang selalu gonjang-ganjing atau dibikin gonjang-ganjing atau sok gonjang-ganjing padahal enggak, maka manusia Indonesia mempunyai hasil evolusi yang berbeda dari negara-negara lainnya. Evolusi di Indonesia maha dahsyat dan tidak ditemukan di belahan dunia manapun hingga spesies manusia Indonesia dimasukkan dalam “Ripley’s Believe It Or Not”. Manusia Indonesia mempunyai tangan yang kekar dan buku-buku jari yang kapalan karena selalu digunakan untuk memukul dan menghajar oranglain begitu pula kakinya. Perutnya buncit dan volume otaknya sangat mini bahkan mikroskopis. Yang menarik selain perkembangan tangan dan kakinya, ada organ lain yang bertambah kuat juga yaitu Conthong/Congor/Moncong/Mulut-nya. Rahang orang Indonesia sangat kuat untuk berkoar-koar berhari-hari hanya untuk sekedar obral janji, bergosip, mengomentari pertandingan olahraga, dan berteriak-teriak karena janjinya tak terwujud, kelaparan, kesakitan dan tertawa terbahak-bahak.

Kalau anda percaya hasil teori ini maka bercerminlah dan lihatlah rahang anda apakah sudah mengalami perubahan. Makanya jangan sering obral janji Pak, Bu, Mas, Mbak yang foto-fotonya nempel di setiap sudut jalan termasuk WC umum.

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

7 Responses to Evolusi Conthong

  1. annelis says:

    Huahaha, ah elu Brenk, jangan-jangan ntar lu berevolusi jadi jemari semua karen jari lu sering lu pake buat ngetik dan (upsss… sensor-bb). Lucu banget kan kalu lu cuma jari semua? Anyway, HTML masih ada tuh di bagian akhir…

  2. nadya says:

    namanya juga teori. kalo ga salah, kurangnya karena pada masa itu mereka belum mengenal dna

  3. agung says:

    haha…lebih lucu baca mas nug. daripada kowe bercerita…lebih lengkap…
    “pohon buah2an mak nyusss”…hahhaa…
    tapi tenanan, aku langsung bercermin setelah baca iki…..hehe

  4. yuend says:

    *yang saabaaaarrrrr*

    ngadepin orang nyebelin emang gitu. kudu pake kesabaran ekstra. si, sekali lagi sabarrrrr….

    cz tulisannya rada-rada ge jellas gituuu

  5. Pingback: evolusi « ♫♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: