Penambangan Bermuka Dua

emas-batanganthumbnailTidakkah kita sadari bahwa semua aspek kehidupan manusia tidak lepas dari bahan tambang? Mulai dari peralatan makan sehari-hari, peralatan memasak, transportasi, elektronik, telekomunikasi, bangunan, dan hampir seluruh aspek kehidupan manusia membutuhkan bahan tambang. Apa yang terjadi apabila tidak ada bahan tambang? Tidak akan ada keberadaban, sivilisasi, ilmu pengetahuan akan mentok dan anda tidak akan pernah membaca tulisan ini. Sangat penting bagi umat manusia, bahkan keterdapatannya dalam sebuah negara diklaim sebagai asset vital nasional. Celakanya adalah sebagian besar bahan tambang merupakan sumber daya alam tak terbarukan. Anda boleh mengambil sebanyak-banyaknya dengan konsekuensi bahwa apabila sudah dikuras habis maka tidak akan ada lagi, dan apabila bisa terbentuk lagipun membutuhkan waktu melebihi sejarah kehidupan manusia sejak Adam pertama kali diturunkan Tuhan sampai dengan sekarang. Bisa dibayangkan itu?

444856_batubaraSebuah lapisan batubara dibentuk dari tumpukan material organik tumbuh-tumbuhan yang mengendap dalam lingkungan reduksi selama berjuta-juta tahun lamanya tanpa adanya gangguan dari proses aktivitas tektonik yang berarti. Atau fluida minyak akan dibentuk dari organisme plangtonik pada suhu dan tekanan tertentu sehingga memberikan kesempatan padanya untuk mengalami kematangan dan menghasilkan minyak dan gas, belum lagi proses migrasinya menuju batuan berpori sebagai reservoar. Ini akan memakan waktu jutaan tahun pula. Mineral bijih seperti emas, tembaga, besi, nikel dalam pembentukannya paling tidak membutuhkan dua buah aspek yaitu magma dan air untuk menyediakan larutan hydrothermal sebagai pembawa mineral bijih tersebut kedalam batuan induknya. Ini sama saja dengan proses pembentukan gunung yang juga membutuhkan waktu jutaan tahun lamanya.

img_03031Sekarang kita paham bahwa umat manusia sangat membutuhkan bahan tambang tersebut dan masalah keterbatasannya di bumi ini sehingga kita harus bijak dalam mengeksploitasinya. Permasalahan lain lagi adalah proses penambangannya. Isu lingkungan saat ini selalu menjadi topik utama di berbagai belahan dunia, khususnya masalah global warming. Lingkup yang lebih kecil daripada itu limbah tambang itu sendiri. Batubara memiliki kandungan sulfur yang cukup signifikan sehingga sifatnya sangat asam (PH rendah) apabila bercampur dengan air. Tidak banyak makhluk hidup yang bisa hidup dalam lingkungan asam, apabila limbahnya tercampur dalam sungai yang mengalir maka bisa dibayangkan berapa jumlah organisme yang akan mati karenanya mulai dari hewan, tumbuhan bahkan manusia sekalipun. Kaitkanlah dengan isu global warming, tumbuhan mati maka supply oksigen berkurang, CO2 bertambah hasilnya adalah global warming. Begitupula dengan limbah pengolahan emas, perak dan tembaga. Apabila merkurinya bercampur dalam air sungai maka bisa dipastikan habitat sungai tersebut akan bernasib serupa dengan hasil dari limbah batubara. Hubungan dengan global warming?… pasti ada dan tidak perlu dijelaskan lagi.

global-warmingTambang batugamping relatif tidak membutuhkan pengolahan kimiawi dan apabila masuk ke dalam aliran sungai tidak menimbulkan bahaya yang signifikan. Tetapi justru efeknya ke global warming sangatlah besar. Komposisi batugamping adalah CaCO3 (kalsium karbonat) atau dolomite MgCO3 (magnesium karbonat), untuk keperluan industri semen atau yang lain yang dibutuhkan hanyalah kalsiumnya (Ca) atau magnesiumnya (Mg) saja. Bagaimana cara mengambilnya? Cukup dibakar saja, inilah mengapa di sekitar tambang batugamping banyak terdapat tobong-tobong atau tempat pembakaran batugamping. Secara sederhana dapat kita analisis apabila CaCO3 ataupun MgCO3 kita bakar maka akan terpisah menjadi Ca dengan CO2 dan Mg dengan CO2. Ca dan Mg kita ambil kemudian CO2 kita lepaskan di udara dan hasilnya adalah? Tidak lain dan tidak bukan kembali lagi global warming.

Hal yang disebutkan di atas belum diperhitungkan permasalahan aspek sosial masyarakat dan habitat hewan ataupun tumbuhan di daerah penambangan. Hmmm… cukup pelik kan? Kita dibenturkan dengan dua kepentingan, yang pertama adalah kepentingan kebutuhan umat manusia akan bahan tambang dan yang kedua adalah kepentingan lingkungan. Akan menjadi semakin rumit apabila ada kepentingan uang disana. Apabila tidak menilik permasalahan lingkungan dan sosial maka bisnis penambangan adalah bisnis yang sangat menguntungkan, tidak akan pernah rugi dan yang ada hanyalah keuntungannya kurang banyak.

Saat ini proses penambangan diatur dalam undang-undang penambangan oleh masing-masing negara yang daerahnya memiliki sumber daya alam konsesi penambangan. Harapannya adalah penambangan dilakukan untuk kesejahteraan umat manusia tetapi pelaksanaannya terkadang tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kepentingan individu pengusaha ditambah dengan oknum-oknum pejabat terkait mengakibatkan eksploitasi bahan tambang lebih banyak merugikan bagi lingkungan dan sosial masyarakat. Perlu duduk bersama antara pengusaha, pemerintah, masyarakat dan akademisi dalam membahas eksploitasi bahan tambang yang berguna untuk merumuskan apakah eksploitasinya menghasilkan kesejahteraan bagi umat manusia atau justru menyengsarakan di kemudian hari. Perlu pemahaman dan hati nurani yang bersih dalam memutuskannya.

lingkunganPara filosof dari negeri Yunan mengatakan bahwa perbedaan antara manusia dengan makhluk hidup lainnya bukan dari akal vice versa otak melainkan dari hati nurani. Personifikasi otak udang untuk menunjukkan seseorang yang dungu pun sebenarnya masih berotak walaupun sangat kecil bahkan tingkatannya mikroskopik. Apapun itu walaupun mikroskopik adalah otak dan bukan becak tetapi memiliki hati nurani adalah syarat wajib menjadi manusia sehat tidak bisa dinegosiasi lagi. Dan ingatlah sekali lagi bahwa hukum alam masih berlaku di bumi ini, sekecil apapun yang anda kerjakan terhadap alam ini maka pasti akan menerima balasannya. Balasannya berupa balasan baik atau buruk tergantung dari perbuatan anda.yang daerahnya memiliki sumber daya alam konsesi penambangan

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

8 Responses to Penambangan Bermuka Dua

  1. nadya says:

    eh iya bener lho, aku pernah liat di museum geologi bandung (mungkin museum terbagus yang pernah aku datengi). di lantai 2 nya itu, ternyata banyak benda2 sehari2 tuh dibuat dari bahan tambang …. kamu dah pernah ke sana belum, brenk? btw itu koq tiba2 ada becak segala🙂

  2. Nugroho says:

    sudah donk🙂 Masalah becak itu karena tiba-tiba terpikir kata itu saja, ya sudah tulis dan publish.

  3. annelis says:

    Wah, mbak nadya ini kayaknya baru kenal geologi ya? Atau baru gaul dengan orang2 geology ya? Mas brenk, itu foto air sungai yang agak kemerahan/kuning dimana? singkapan dimana? Kayaknya masa lalu ya?

    • Nugroho says:

      itu foto sungai di daerah Kalimantan selatan yang tercemar oleh limbah stockpile batubara jadi warnanya kekuningan PH nya rendah (sangat asam).

  4. zefka says:

    Breng, Kalo nambang itu baik ato buruk? dengan asumsi proses, sistem dan faktor lain dikerjakan sesuai mestinya. Tetap aja ngerusak kan… mau direhabilitasi sebaik apapun gak akan kembali ke semula. Jadi takut ma balasannya nih hehe

    • Nugroho says:

      Sebenarnya kalau mau dikalkulasikan lebih detil, dihitung mulai dari jumlah pohon yang hilang dan biota asli penghuni daerah itu yang terganggu dll disebandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang tertampung, kebutuhan energi atau nilai kemaslahatannya dll kemudian semua itu dikonversikan lagi kedalam mata uang kayaknya emang tetep aja merusak deh🙂 Nah nanti geologist ga ada pekerjaan donk… Ilmunya ga laku

  5. dwi says:

    jika bumi satu yang kita tinggali ini boleh saya ibaratkan sebuah pesawat,…maka kemana pesawat ini akan terbang? satu yang menjadi keniscayaan adalah semakin hari pesawat itu mengalalmi kerusakan. dan umur pesawat itu pasti sudah ditentukan oleh pembuatnya. Rusak pasti, tapi sejauh mana kita bisa olah dan untuk kemaslahatan orang banyak itu yang menjadi kuncinya…..

    • Nugroho says:

      kalo yang ini sebenarnya pesawat yang super canggih mas, karena sebenarnya dia bisa memperbaiki / memperbarui dirinya sendiri karena materinya tetep kecuali kalo bersinggungan dengan pesawat lain yang melenceng jalur terbangnya. Tapi ketika memperbaiki dirinya sendiri si pesawat harus mengeluarkan sebagian atau seluruh penumpangnya dulu. Resiko penumpang, namanya juga numpang koq…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: