“Wallace” tidak hanya sekedar garis

wallace_lineApa yang pertama kali terlintas dalam pikiran apabila kita mendengar kata Wallace. Mungkin salah satunya -atau bisa jadi yang terbanyak- dihubungkan dengan garis Wallace yang membagi zonasi spesies di Indonesia menjadi 2 bagian. Garis itu melintang di Indonesia dari Selat Lombok ke Selat Makasar, dinamakan garis Wallace karena penciptanya tidak lain dan tidak bukan adalah Pak Alfred Russel Wallace. Siapakah Pak Wallace itu dan atas dasar apa beliau membagi kelompok satwa di Indonesia menjadi dua bagian? Seperti pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”, mungkin ada baiknya kita mengenal sosok Pak Wallace terlebih dahulu dan bagaimana sepak terjangnya dalam dunia naturalis.

wallaceSebelumnya, topik tulisan saya ini diilhami setelah membaca National Geographic edisi desember 2008 dengan tema Di bawah bayang-bayang Darwin, Alfred Russel Wallace dan juga dari beberapa tulisan termasuk materi kuliah S2 Geokonsep yang saya terima. Wallace dengan nama lengkap Alfred Russel Wallace adalah seorang scientist berkode naturalis berkebangsaan Inggris yang melakukan penelitian lapangan di Nusantara pada akhir 1850-an hingga awal 1860-an. Wallace adalah mitra junior dari Darwin (ya, Charles Darwin yang terkenal teori evolusi dari bukunya On the Origin of Species) yang kala itu sudah menjadi naturalis terpandang. Menariknya, diluar semua kemampuan hebatnya sebagai seorang naturalis, Wallace adalah seorang manusia normal, ditunjukkan dengan sifatnya yang berpendirian keras, temperamental, antusiasmenya sering berubah-ubah, mempercayai alam gaib dan berkomunikasi dengan ruh, penggemar frenologi (studi tentang kepribadian sesorang berdasarkan bentuk dan ukuran tengkorak), menjalani sambil lalu mesmerisme (hipnotisme), belakangan menolak teori Darwin dalam hal perkembangan otak manusia, penentang vaksinasi cacar air dan pendukung gerakan nasionalisasi kepemilikan tanah pribadi yang luas. Bagi Wallace kemelaratan adalah pangkal dari kecerdasannya, dia adalah pemuda yang selalu ingin tahu berasal dari keluarga tak punya dan pada usia 14 tahun sudah bekerja. Wallace pernah bekerja sebagai pengawas ladang, tukang bangunan dan guru di Leicester. Pada pengalaman kerjanya inilah yang membangun sikap keilmuannya dalam mengidentifikasi tumbuhan dan membaca beberapa literatur yang mengilhaminya kelak.

Sikap ekspedisi Wallace diilhami selain dari seniornya Darwin yang sudah malang melintang dalam dunia ekspedisi naturalis juga diilhami dari sebuah buku berjudu Vestigo of the Natural History of Creation (1844) tanpa nama pengarang. Buku ini menyampaikan visi evolusi tentang kehidupan di bumi, yang mempunyai hipotesis bahwa satu spesies dapat bertransformasi menjadi spesies lain akibat keadaan eksternal, dari bentuk kehidupan sederhana menjadi bentuk kehidupan yang kompleks menjadi dan termasuk manusia dan hasilnya adalah adaptasi, tetapi Tuhan tetap memainkan peran sebagai pencipta dan perancang proses tersebut. Pada saat itu buku ini termasuk pembaruan dalam keyakinan teori penciptaan dogma agama yang berkembang kala itu. Wallace tergugah untuk menggali sejarah alam dan mengemukakan hipotesa baru untuk menguji kebenaran data baru yang dimulainya selama 4 tahun di hutan Amazon sebelum melakukan ekspedisinya selama 8 tahun di Nusantara.

Dengan modal menjual berbagai spesimen yang dia dapat dalam ekspedisinya kesejumlah museum dan koleksi perorangan, Wallace akhirnya menginjakkan kaki di Nusantara. Dalam ekspedisinya di Nusantara, Wallace menjalani kehidupan sebagaimana penduduk setempat tinggal di rumah-rumah yang beratap daun kering dan menyantap makanan apapun yang dapat dia beli atau barter. Dia singgah di Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Ternate, Bacan, Timor, Seram, kepulauan Aru, dan di semenanjung kepala burung Papua. Dari perjalanannya itu, Wallace mengoleksi 125.660 spesimen fauna meliputi 8.050 spesimen burung, 7.500 spesimen kerangka dan tulang aneka satwa, 310 spesimen mamalia, serta 100 spesimen reptil. Selebihnya, mencapai 109.700 spesimen serangga, termasuk kupu-kupu yang paling disukai Wallace.

Dari Ternate pada 9 Maret 1858, dia mengirimkan surat berisi catatan dan makalah penelitiannya melalui kapal pos Belanda yang berlayar ke Eropa ditujukan kepada Darwin. Makalah itu berjudul On the Tendency of Varieties to depart indefinitely from the Original Type, yang merupakan hasil tulisan tangan tergesa-gesa selama dua malam setelah lebih dari sepuluh tahun berspekulasi dan melakukan penelitian yang cermat. Adalah Charles Lyell (bisa disebut sebagai bapak geologi modern dan telah menulis buku Principles of Geology yang mengemukakan konsep extreme uniformitarianism yaitu bahwa proses-proses bumi berjalan gradual dan lambat atau steady state concept) sahabat dan teman diskusi dari Darwin yang menggabungkan makalah yang belum dipublikasikan Darwin tahun 1944 dengan makalah Wallace, dan memberi judul baru On the Tendency of Species to Form Varieties; and on the Perpetuation of Varieties and Species by Means of Selection oleh Charles Darwin, Alfred Wallace; dikomunikasikan oleh Sir Charles Lyell dan Joseph Hooker untuk dipresentasikan di Linnean Society tanpa ada komunikasi dan konsultasi dengan Wallace sebelumnya. Ini lebih kepada ketakutan Darwin atas didahuluinya pemikirannya oleh Wallace. 1 tahun setelah itu terbitlah On the Origin of Species yang terbit terburu-buru karena makalah Wallace. Wallace sendiri kala itu masih berada di Nusantara dan menyambut baik buku tersebut bahkan terkesan oleh Darwin tanpa ada perasaan sakit hati apapun.

Pada waktu yang hampir bersamaan dengan kiriman makalah Wallace kepada Darwin, Wallace juga mengirimkan makalah lain ke London dengan judul On the Zoological Geography of the Malay Archipelago. Dalam makalah tersebut, Wallace menulis tentang pengamatan dan penyebaran satwa untuk dua wilayah yang sangat berbeda yaitu India dan Australia. Wallace menarik garis dari Selat Makasar dan Selat Lombok, maka bahwa di sebelah barat garis tersebut akan didapati primata, karnivora, insektivora, ayam, burung cucak dan spesies lain khas Asia; sedangkan di sebelah timur garis tersebut akan didapati burung kakaktua, serindit, kasuari, cendrawasih, kuskus, dan mamalia berkantung lainnya. Kedua wilayah ini meskipun mempunyai iklim yang mirip tetapi mempunyai kelompok satwa yang berbeda jauh. Wallace menambahkan dalam tulisannya bahwa “fakta semacam ini hanya bisa dijelaskan dengan penerimaan penuh atas perubahan besar di permukaan bumi” yang berarti bahwa hal ini bukan kebetulan semata ditempatkan sedari awal oleh Tuhan tetapi ada proses yang berlaku daripadanya. Belakangan setelah ditemukan teori Plate Tectonics dalam ilmu geologi, diversifikasi kelompok satwa di Nusantara ini dapat dijelaskan dari evolusi geologi Indonesia bagian timur yang pertemuannya tepat pada Pulau Sulawesi.

Garis Wallace yang dicetuskan dari Ternate bukanlah hanya sebuah garis pembagi spesies tetapi juga garis yang mampu memaksa Darwin untuk menerbitkan bukunya yang menjadi kontroversi bagi dunia. Yang terakhir buat Pak Wallace, Pak Darwin dan kita semua, janganlah menunda-nunda menerbitkan hasil yang kita teliti sebelum orang lain menerbitkannya.

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

5 Responses to “Wallace” tidak hanya sekedar garis

  1. agn says:

    hampir beli NG edisi wallace.. but hell, thanks for the info..

    anyway, kenapa burung Jalak Bali nggak bisa nyebrang ke Jawa dan NTB ya? padahal deket..

    • iwantolet says:

      Emm… kenapa ya? Mungkin dari namanya kali udah jalak bali, kalo dia nyebrang ke Jawa jadi jalak jawa dong. Atau nyebrang ke NTB jadi jalak NTB donk

  2. yuti says:

    aku yo baca.. waktu itu pas lihat peta jelajahnya, timbul pertanyaan: Pak Wallace ini lewat pulau Komodo tapi kok ga membahas tentang komodo ya?? padahal komodo kan bukan cicak yang banyak dan sering ditemui dimana aja..

  3. abah says:

    yay.. natgeo, saintis skali om. hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: