Detektif Bumi vs Detektif Kasus

agen-rahasialima-sekawan-patung-dewaSewaktu kecil dahulu, saya senang sekali membaca buku Detektif Cilik Hawkeye Collins dan Amy Adams atau serial Lima Sekawan. Kini yang terbaru ada komik dengan tema detektif yang serupa dari Jepang yaitu Detektif Conan dan Detektif Kindaichi tetapi untuk komik bergambar ini saya tidak terlalu mengikuti cuma sebatas tahu saja. Komik atau buku bergenre detektif biasanya usungan temanya adalah mengungkapkan sebuah kasus pencurian, pembunuhan atau hal-hal lain yang kemungkinan kasus dan tersangkanya masih terbuka lebar. Maksudnya, kasus tersebut bisa melibatkan semua pihak bahkan pelapor sekalipun, kita tidak akan pernah tahu hasil akhirnya dan hanya menebak kira-kira siapakah pelakunya dari data-data yang diberikan. Biasanya data yang diberikan sangat terbatas dan datanya bisa dari barang bukti, tempat kejadian perkara atau hasil wawancara dengan orang-orang yang terlibat. Otak dan memori kita akan selalu diasah untuk selalu waspada dan peduli dengan semua data-data atau petunjuk yang diberikan. Bahkan di dalam buku Hawkeye Collins dan Amy Adams, sketsa tempat kejadian perkara digambarkan dan disajikan dengan detil, oleh karena itu perlu sebuah konsentrasi dalam mengutip hasil wawancara dan pengamatan detil hasil sketsa tempat kejadian perkara, dengan prinsip sekecil apapun data tetap merupakan sebuah petunjuk. Kalau analisis kita benar dan menemukan pelakunya sesuai dengan hasil analisis si detektif dalam buku, maka senang dan bangga sekali rasanya, disinilah serunya membaca buku-buku bertema detektif.

Detektif di dunia nyata dikembangkan oleh unit kepolisian di suatu negara untuk mengungkap kasus-kasus yang hampir sama seperti di dalam buku tetapi tentunya kasus tersebut adalah kejadian nyata. Perlu sekolah dan training khusus untuk menjadi seorang detektif karena biasanya kasus-kasus yang diserahkan kepada seorang detektif adalah kasus-kasus penting yang sedikit barang bukti dan pelakunya tidak bisa ditentukan secara langsung.

Mengapa saya tiba-tiba bercerita tentang dunia detektif? Tiba-tiba saya teringat dengan kata-kata dosen pembimbing saya waktu mengambil tugas akhir pemetaan geologi. Beliau adalah Prof. Sukandarrumidi, dalam pengantarnya ketika saya berangkat ke lapangan, beliau menerangkan bahwa dunia geologi adalah dunia detektif. Seorang geologist adalah seorang detektif bumi, geologist harus dapat mengetahui sejarah geologi daerah penelitiannya berdasarkan batuan yang ditemukan di lapangan. Peralatan utamanya adalah palu, lup, kompas dan buku catatan lapangan. Pada setiap pengamatan haruslah dilengkapi dengan sketsa lapangan yang jelas dan rapi seperti pula para detektif dalam mengungkapkan kasus, bedanya di dalam dunia geologi tidak ada yang bisa diwawancarai karena batuan tidaklah dapat bicara. Batuan hanya memberikan petunjuk goresan-goresan dan komposisi yang khas sehingga para geologist dapat menginterpretasi apa yang terjadi pada batuan tersebut. Berikut adalah perbandingan antara detektif kasus dan detektif bumi:

perbandingan

me-mr-k

Apapun hasil dari penyelidikan atau penelitian baik itu detektif kasus maupun detektif bumi diharapkan hasilnya adalah sebuah kebenaran karena bisa menyangkut hajat hidup orang banyak. Perbedaan yang signifikan antara detektif bumi dan detektif kasus adalah ada dan tidaknya saksi dalam penyelidikan. Dalam detektif kasus, biasanya sering dijumpai saksi yang menyaksikan kejadian perkara sehingga dapat diwawancarai sebagai bukti otentik sedangkan pada detektif bumi hampir tidak pernah ada saksi kecuali penelitian bencana alam terkini. Kejadian geologi berlangsung jutaan tahun yang lalu dan sampai saat ini tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup selama itu untuk bercerita mengenai kejadiannya. Yang ada adalah fosil atau jejak-jejak fenomena geologi dalam batuan, maka dari itu hasil penelitian biasanya bersifat interpretasi. Perlu digaris bawahi bahwa suatu sejarah geologi atau hasil penelitian geologi bisa mempunyai beberapa interpretasi tergantung dari detektif buminya tetapi harus dilihat versi manakah yang lebih logis dan mendekati kebenaran. Perbedaan interpretasi haruslah disertai penelitian dan publikasi dalam jurnal berupa makalah dan dipresentasikan dalam forum-forum geologi. Yang terakhir, mengutip kata-kata dosen pembimbing saya dalam sebuah pertemuan tahap akhir proses penyuntingan tugas akhir, “jadilah seorang detektif bumi yang cakap dan yakinlah bahwa tidak ada kasus yang tidak bisa dipecahkan”

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

5 Responses to Detektif Bumi vs Detektif Kasus

  1. annelis says:

    mantap detektif. fotonya romantis ya…, kayak di jembatan gt

  2. iwantolet says:

    mungkin yang paling kanan itu adalah seorang detektif bumi sejati, nah ilmunya diturunkan sama yang di sebelahnya🙂

  3. nadya says:

    wah … sampul itu …. buku jaman sd banget😛 aku juga sering baca itu, si mata elang, jawabannya di halaman belakang dilihat pake cermin, hahaha ….

    tulisan yang menarik byenk, seperti biasa. fotone “menggetarkan” hehehehee

  4. igen says:

    yen pengen dadi detektif bumi koyo sing ning sebelahmu kuwi kowe kudu tangi subuh2 subuh trus jogging trus minum dua botol air mineral…..

    bravo

  5. yuti says:

    wah, blog-mu ketombean mas..
    he, ketombenya mengikuti si cursor rupanya.. *ndeso_mode_on*

    di dunia pangan juga ada detektifnya, di kasus2 keracunan pangan misalnya..

    ah, there’s a detective in everyone. meskipun tanpa si timmy.. (afu-nya lima sekawan namanya timmy kan ya?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: