Suporter Fanatik

Dalam diskusi dengan seorang sahabat, ada satu kata yang terus nyantol dalam otakku “Suporter Fanatik”. Ketika mendengar kata itu, jangan dibayangkan seperti sekumpulan massa yang menggunakan atribut yang sama dan berbondong-bondong untuk menonton pertandingan sepakbola. Ketika jagoannya kalah, maka mereka siap untuk bertempur mati-matian demi memperjuangkan yang mereka anggap pengorbanan entah benar atau salah. Republik ini memang paling jago untuk menciptakan suporter fanatik gila bola.

Suporter fanatik yang dimaksud disini adalah suporter untuk diri orang lain. Menjadi bagian dari hidupnya tetapi tetap konsisten berada di luar lingkaran kehidupannya. Dari luar lingkaran inilah terkadang kehidupannya akan lebih mudah kita lihat. Seperti memandang seekor gajah, apabila kita mamandang terlalu dekat dengan tubuhnya maka hanya terlihat kaki, ekor atau belalainya saja sedangkan apabila kita memandang dari jauh maka keseluruhan wujud gajah akan tampak jelas lengkap dengan tingkah lakunya.

Konsisten berada di luar lingkaran adalah pilihan, seperti menonton panggung kehidupannya. Kita akan tertawa apabila ada hal yang lucu yang dilakukannya dan kita akan ikut bersedih bila hatinya sedang menangis. Dan asyiknya adalah, dia tidak pernah memperdulikan sang penonton panggung kehidupannya. Dari bangku penonton, kita bisa berbuat semau kita tanpa memperdulikannya. Apabila acaranya membosankan kita boleh untuk tertidur di bangku atau sambil mengisi teka-teki silang. Kaki kita pun boleh ditumpangkan di bangku depan kita, sambil merokok dan terkadang ngupil tanpa memperdulikannya. Saat acaranya sedang seru-serunya, kita boleh untuk berteriak membabi-buta, bersuit-suit riuh redam atau memberikan standing applause kepadanya. Tidak ada jadwal khusus mengenai penayangannya, sesuka kita untuk datang di panggung kehidupannya. Di dalam panggungnya akan ada beberapa pilihan tempat duduk, ada yang vvip, vip, atau yang reguler. Bisa dilihat bahwa bangku vvip dan vip sudah terisi segelintir orang dan bangku reguler akan terisi oleh lebih banyak orang lagi. Bangku di luar lingkaran juga tersedia tapi tidak ada dalam daftar pilihan, posisinya tidak terlalu jauh dari podium, tidak ada penerangan disana sehingga tidak tampak oleh orang lain apabila ada bangku disana. Bangkunya tidak terlalu buruk, sesekali dibersihkan oleh cleaning service studio tapi lebih sering dibiarkan begitu saja sehingga masih ada sisa popcorn terjatuh minggu lalu atau gelas coca-cola kosong yang sudah bersemut. Sangat nyaman duduk di bangku luar lingkaran karena tak ada yang memperdulikan.

Janganlah dibandingkan dengan aksi spionase yang dilakukan oleh Amerika pada Jerman kala itu atau seorang psikopat pemuja rahasia seorang artis. Sang suporter fanatik memutuskan untuk tidak pernah merugikan Si Cantik (sebut saja demikian). Tidak ada yang bisa dilakukan suporter fanatik untuk Si Cantik, tidak ada yang perlu diucapkan, tidak ada yang perlu diperbantukan dan tidak ada yang perlu ditawarkan. Hanyalah seorang suporter fanatik yang tidak terlalu fanatik untuk bergerak tetapi sangat antusias untuk mengikuti perkembangannya. Mungkin lebih tepatnya seperti seorang pedangang asongan di sebuah stasiun, ketika ada kereta tiba di stasiun tempat dia mangkal maka pedagang itu akan sangat antusias untuk menjajakan dagangan mereka kepada penghuni sementara kereta seantusias suporter fanatik mengikuti kehidupan Si Cantik. Tetapi pertaruhannya berbeda, sang pedangang bertaruh untuk jatah hidup istri dan anaknya sedangkan suporter fanatik tidak ada yang perlu dipertaruhkan. Ketika suatu saat panggung kehidupan Si Cantik tutup karena bangkrut atau Si Cantik sudah diboyong ke panggung kehidupan lain maka suporter fanatik akan mencari panggung kehidupan lain. Dan apabila suporter fanatik tumbang di tengah jalan dalam perjalanan menuju panggung kehidupan Si Cantik maka Si Cantik pun tak perlu repot-repot untuk mencari sang suporter atau menangisi ketidakhadirannya. Saya kira sebuah pertaruhan yang seimbang dan tidak ada yang dirugikan karenanya.

Mereka saling kenal tapi tidak ada yang spesial dalam perjumpaannya. Untuk menjadi bagian dari hidup Si Cantik tidak terlintas dalam kepalanya, sekali lagi ditegaskan bahwa berada di luar lingkaran adalah sebuah pilihan. Suatu saat bukan si suporter fanatik yang masuk ke dalam lingkaran Si Cantik tetapi Si Cantik akan keluar dari lingkarannya dan masuk ke dalam lingkaran Suporter Fanatik J

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

3 Responses to Suporter Fanatik

  1. Bosman Batubara says:

    Saya curiga dengan keikhlasan suporter fanatik versi pakdhe gombyenx ini. benar nggak sih tulus seperti merpati? atau jangan2 meliuk seperti ular? atau hanya ini masalah momen aja? artinya ketika ada momen yang pas maka sang suporter fanatik tanpa ragu akan meloncat ke panggung? kalo benar, buossokkk buangettt…

  2. tatacuit says:

    nbaca tulisan iwan yg supporter fanatik.. jd berfikir,,
    mgkn emg gw akan selalu menjadi supporter fanatik dari orang2 yang gw sayangin.. mereka sadari atau nggak..

  3. taufik says:

    memang suporter fanatik tidak selalu identik dengan hal yang negatif..tergantung situasi dan kondisi..disaat Sicantik bahagia, mereka akan bahagia dan senang, tetapi bila si cantik disakiti, mereka akan melakukan hal-hal yang bisa menghibur atau malah hal2 negatif atau positif demi melindungi atau mengurangi rasa sakit si cantik..kita akan selalu jadi suporter fanatik terhadap hal2 atau seseorang yang bikin kita interest dan punya timbal balik terhadap hidup kita…hehehe…gayamu brenx..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: