Think Of Love

Matahari, bila sudah waktunya terbit maka dia akan terbit. Bila saatnya terbenam, maka dia akan terbenam.


Ada dua persepsi pikiran dalam menanggapi siklus matahari semacam ini. Pada pikiran yang dipenuhi oleh rasa keluhan, sinarnya akan menjadi panas yang menyengat, kekeringan dan sumber paceklik. Pada pikiran yang penuh kasih sayang maka sinarnya akan menerangi, memberi energi dan sumber kehidupan.

Dalam menjalani hubungan, setiap manusia akan melewati suatu siklus yang sangat alamiah. Senang, sedih, bosan, marah adalah suatu siklus alamiah pada setiap individu manusia. Seperti pula siklus matahari, akan ada dua persepsi pikiran dalam menanggapi siklus alamiah manusia.

Dalam membangun sebuah hubungan, yang pertama kali harus dibenahi adalah pikiran masing-masing individu. Menjaga pikiran agar selalu pada jalur kasih sayang adalah tantangan terbesar saat ini dimana mindstream sebagian besar orang sudah berubah akibat tayangan-tayangan infotainment yang membawa arus publik untuk berpikir bahwa gonta-ganti pasangan atau kawin-cerai adalah hal yang wajar. Tidak ada lagi perjuangan dan pengorbanan untuk bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangan kita masing-masing. Tidak ada lagi cinta sejati, yang ada hanya nafsu belaka.

Ketakutan akan kenyataan semacam ini menimbulkan golongan yang baru dalam komunitas manusia. Mereka adalah orang-orang yang berada di luar lingkaran kasih sayang dan kebencian. Mereka hanya melihat dari luar lingkaran dimana didalam lingkaran tersebut kasih sayang dan kebencian silih berganti. Didasarkan atas ketidakberhasilannya menjalani hubungan atau memang tidak berani melangkah untuk memutuskan akan memberikan kasih sayang atau kebencian. Mereka memilih untuk tidak ikut campur dalam pergulatan pikiran dan batin di dalam lingkaran. Mereka melihat siklus alamiah seperti senang, sedih, bosan dan marah sebagai suatu aliran air yang terus mengalir berlalu. Memilih untuk tidak memberikan kasih sayang karena takut menyakiti dan membenci. Melihat emosi orang lain seperti seorang nenek melihat cucu-cucunya berlarian kesana-kemari.

*****

Hidup ini hanya untuk memilih, akan selalu ada persimpangan-persimpangan jalan saat kita menjalani hidup ini. Siklus alamiah manusia akan selalu kita temui, selama kita masih menemukan siklus tersebut itulah yang disebut HIDUP dalam diri manusia.

Setiap orang pasti berkeinginan untuk mendapatkan cinta sejatinya dan menjalaninya sampai akhir hayat nanti. Kuncinya adalah menjaga pikiran yang penuh kasih sayang bukan kebencian. Salah satunya dengan cara memberikan pintu dan jendela pada rumah cinta kita. Pintunya adalah deep listening dan jendelanya adalah loving speech. Kesediaan untuk mendengarkan adalah sebuah penyegar bagi kepengapan jiwa dan bila harus berbicara, bicaralah dengan bahasa-bahasa kasih sayang dan cinta.

*****

Seorang perempuan yang saat ini mengisi hidupku pernah mengatakan yang intinya “Selalu lakukan pekerjaan apapun dengan tetap tersenyum”. Entah disadarinya atau tidak, dia sudah membangun pikiran yang penuh kasih sayang, inti dari terbentuknya rumah cinta yang dipenuhi udara segar. Semoga bisa bertemu secepatnya denganmu karena akan ada banyak cerita diantara kita.

About Almandine
Just ordinary person who want to know anything and everything

One Response to Think Of Love

  1. kalasenja says:

    oww..yang terakhir itu begitu indah,,damai sekali membacanya
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: