Tidak mu(r)dah pindah rumah di Jepang
January 15, 2011 12 Comments
Akhirnya saya pindah rumah untuk yang kedua kalinya di Jepang atau tiga tempat tinggal yang berbeda. Kali ini rumah beneran, bisa dibilang apartemen atau orang Jepang bilang apato. Lha sebelumnya apa? Sebelumnya bisa dibilang hanyalah sebuah asrama.
Asrama yang saya huni pertama kali ketika menginjakkan kaki di Jepang adalah asrama yang disediakan oleh JICA. Mengenai hal ini saya telah menjelaskan dengan detil di tulisan saya sebelumnya di sini. Genap 10 hari saya tinggal di asrama tersebut akhirnya saya pindah ke asrama mahasiswa di dekat Ito Campus Kyushu University namanya Ito Dormitory. Alasannya karena asrama JICA hanyalah fasilitas sementara untuk menampung partisipan JICA dalam menerima briefing dan training sebelum hidup sesungguhnya di Jepang. Alasan yang lain adalah Kyushu University sudah menyediakan asrama bagi mahasiswanya untuk tinggal dekat dengan kampus tetapi tentunya tidak gratis karena tidak ada yang gratis di Jepang. Read more of this post


Apa jadinya bila anda bertemu dengan artis terkenal? Gugup, senang, histeris, menangis, biasa aja atau malah guling-guling? Itu semua terjadi jika anda mengenal dengan jelas artis idola anda. Jika sang artis sempurna dengan penyamarannya mungkin anda akan bersikap biasa saja dan berlaku cuek terhadapnya tanpa memperdulikan siapa dia.
Bagi saya membaca adalah sebuah hobi dan hiburan dikala mengisi waktu selain tentunya sebagai sumber ilmu pengetahuan. Jangan sungkan-sungkan untuk memberikan referensi bacaan bagi saya karena akan dengan senang hati saya membacanya atau jangan susah-susah mencari sebuah hadiah dikala saya berulang tahun karena cukup dengan sebuah buku lah saya bisa mendapatkan kebahagiaan entah apa yang terjadi apabila saya tidak diperbolehkan lagi membaca buku, mungkin bisa menjadi gila atau lebih baik tak usah hidup sama sekali.

Mungkin ada jeda 3 bulanan dari tulisan blog terakhir saya, yup, itu adalah fase adaptasi. Perlu ada adaptasi dengan lingkungan baru, ini berarti adaptasi juga terhadap peralatan teknologi yang ada. Sewaktu masih di Kalimantan, saya menggunakan fasilitas internet speedy. Kali ini di Bandung, saya menggunakan indosat m2. Sebelumnya saya berharap banyak dengan jaringan internet gratisan mahasiswa dari ITB tetapi ternyata cukup mengecewakan. Selain untuk masuk ke dalam jaringannya cukup susah, juga karena banyak situs-situs penting akses saya yang terblokir. Sebenarnya tidak termasuk ke dalam jaringan pornografi tetapi bukan situs-situs yang wajar yang digunakan mahasiswa untuk menuntut ilmu. Untuk mengaksesnya perlu ijin dari admin internet, piufffff.. cukup ribet. Mengenai warnet-warnet yang ada di Bandung, menurut saya cukup ribet menulis blog di warnet, saya membutuhkan suasana yang privasi belum lagi masalah pervirusan di computer warnet tersebut. Seumur-umur belum pernah menulis blog di warnet dan sepertinya tidak akan pernah mencoba. Akhirnya, mulai lagi ngeblog di tengah kesibukan kuliah dan praktikum. Tunggu saja tulisan berikutnya.





Komentar Terbaru