Posts filed under 'Opini'
Tabir Surya Untuk Bumi
Apa yang terlintas pertama kali di otak ketika mendengar istilah “Tabir Surya”? Pasti tidak jauh dari salah satu produk kosmetik perawatan kulit. Tabir surya yang saya maksud di sini bukanlah tabir surya untuk kulit tetapi tabir surya untuk bumi. Bukan hanya kulit yang membutuhkan tabir surya tetapi bumi juga membutuhkan tabir surya. Prinsipnya hampir sama dengan tabir surya bagi kulit untuk melindungi efek negative dari sinar matahari sehingga kulit tetap sehat dan tidak merubah pigmen kulit tetapi tabir surya untuk bumi berfungsi untuk mengurangi efek dari pemanasan global dan radiasi sinar matahari bagi bumi sehingga makhluk hidup yang menumpang di atasnya menjadi lebih nyaman. (more…)
2 comments October 16, 2009
Gempabumi Milik Siapa?
Berturut-turut negeri kita tercinta ini diguncang gempa. Setidaknya beberapa waktu belum lama ini telah terjadi tiga kali gempa yang waktunya berdekatan yaitu gempa Tasikmalaya, gempa Sumatera Barat dan gempa Sumatera Selatan. Selalu, segera setelahnya media massa memberitakan informasi gempa terkini mulai dari kondisi daerah terkena gempa, korban jiwa dan hal-hal lain yang berhubungan dengan gempa yang terjadi.
Sebuah stasiun radio setelah gempa Tasikmalaya dan Padang mengadakan acara telepon interaktif dengan pendengarnya berkenaan gempa yang terjadi sebelumnya. Komentar demi komentar berdatangan seluruh penjuru masyarakat di Indonesia menandai tingkat pemahaman masyarakat Indonesia tentang gempa. Yang menjadi menarik disini adalah sebagian besar dari komentar menandai gempa sebagai hukum alam akibat ulah manusia atau pemerintah dan takdir Tuhan, hanya sebagian kecil saja yang berpikir secara ilmiah mengenai kejadian geologi, sebagian kecil lainnya justru berpikir bahwa ini kejadian metafisika-supranatural-paranormal oleh makhluk gaib penghuni bumi nusantara ini. (more…)
2 comments October 4, 2009
Selamat Membaca
Bagi saya membaca adalah sebuah hobi dan hiburan dikala mengisi waktu selain tentunya sebagai sumber ilmu pengetahuan. Jangan sungkan-sungkan untuk memberikan referensi bacaan bagi saya karena akan dengan senang hati saya membacanya atau jangan susah-susah mencari sebuah hadiah dikala saya berulang tahun karena cukup dengan sebuah buku lah saya bisa mendapatkan kebahagiaan entah apa yang terjadi apabila saya tidak diperbolehkan lagi membaca buku, mungkin bisa menjadi gila atau lebih baik tak usah hidup sama sekali.
Tetapi hal itu tidak berlaku bagi sebagian orang, banyak yang merasakan bahwa pekerjaan membaca adalah sebuah siksaan dimana kondisi tubuh dipaksa untuk berkonsentrasi pada mata dan pikiran sementara anggota tubuh yang lain menjadi statis. Hal inilah yang dirasakan oleh Si Ciku; seorang teman, sahabat dan kekasih; yang susahnya minta ampun jika disuruh membaca padahal saya sangat maniak membaca. Yang paling ekstrem adalah sampai mengajaknya ke toko buku atau pameran buku pun harus dengan paksaan. (more…)
14 comments September 15, 2009
Disorientasi Mahasiswa
Mahasiswa adalah sebuah status yang prestisius di negeri ini. Status yang bukan main-main karena revolusi yang terjadi di negeri ini banyak dipengaruhi olehnya. Masih ingatkah, bahwa pergantian presiden pertama (Soekarno) dan kedua (Soeharto) Indonesia karena campur tangan gerakan mahasiswa sehingga tidak bisa disangsikan lagi pentingnya menjadi mahasiswa di Indonesia. Bahwa masa depan negeri ini juga berada di tangan para calon-calon pemimpin yang cerdas dan nasionalis, siapa lagi kalau bukan para mahasiswa. Ini berarti menjadi mahasiswa tidak hanya bertanggung jawab terhadap orangtua atau penyandang dana kuliah tetapi juga kepada bangsa Indonesia. Status mahasiswa disandangkan bagi para pelajar perguruan tinggi. Dari asal katanya juga menunjukkan sebuah penghargaan yang besar. Maha dan Siswa, Maha dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti bentuk terikat; amat; yang teramat sedangkan Siswa berarti murid. Sehingga kalo digabungkan berarti murid yang sangat besar dan dihormati. (more…)
6 comments August 18, 2009
Memperjuangkan Kursi Dekat Jendela
Apa arti sebuah perjalanan menuju ke tempat tujuan? Menurut saya sebuah perjalanan adalah bagaimana kita melewati proses dalam perjalanan tersebut. Apabila kita melewati proses perjalanan tersebut dengan lancar maka harapan dan tujuan kita ketika sampai di tempat tujuan pasti dimulai dengan perasaan yang tenang dan hasilnya pasti akan lebih baik. Yang saya bicarakan adalah perjalanan transportasi dari suatu tempat menuju ke tempat lain menggunakan armada transportasi baik melalui jalan darat, laut maupun udara.
Begitu pentingnya sebuah proses perjalanan tersebut maka saya selalu memilih tempat duduk yang menurut saya nyaman. Kenyamanan bagi saya adalah tempat duduk yang dekat dengan jendela, alasannya; 1) Apabila dalam perjalanan saya mengalami kebosanan maka setidaknya dengan melihat pemandangan melalui jendela hal tersebut akan terobati. 2) Apabila dalam perjalanan saya terhinggap virus kantuk maka kepala ini tidak akan susah mencari sandaran, cukup dengan bersandar di jendela tersebut. 3) Saya tidak akan terganggu dengan penumpang di samping saya yang sering keluar-masuk tempat duduk. 4) Dengan mudahnya saya dapat melihat dan melambaikan tangan apabila ada pengantar atau penjemput saya di tempat keberangkatan atau tempat kedatangan. 5) Yang terakhir, saya senang dengan hobi fotografi, terkadang duduk dekat jendela memberikan kesempatan bagi saya untuk dapat mengabadikan momen perjalanan melalui jendela. Untuk itulah mengapa saya selalu meminta tempat duduk dekat jendela ketika membeli tiket sebuah perjalanan. (more…)
4 comments August 13, 2009
Jalan Bebas Keselamatan
Perjalanan Bandung – Jakarta atau sebaliknya selama 2,5 jam biasanya selalu saya lewatkan dengan tertidur pulas di dalam kursi travel. Tak pernah kugubris apa yang terjadi di sekitarku, kuserahkan seluruhnya tubuhku ini di tangan pak sopir yang rajin menyetir.
Sekali waktu ternyata mataku tidak bisa kuajak terpejam karena semalam tidurku cukup pulas dan lumayan lama, akhirnya aku terjaga terus sepanjang perjalanan pulang Jakarta – Bandung. Terjaga sepanjang perjalanan adalah membosankan untung aku selalu membawa ipod untuk mengurangi rasa bosan.

Akhirnya sampai pula roda kencang travel menginjakkan jalur tol Purbaleunyi. Jalur tol ini sangat lebar dengan pemandangan yang menarik di sepanjang kiri dan kanan jalur. Lancarnya perjalanan dan standar jalan yang mulus mengingatkanku pada jalur hauling batubara di Kaltim Prima Coal ketika aku masih bekerja di sana. Jalan hauling KPC dan jalur tol Purbaleunyi mempunyai standar keselamatan yang hampir sama. Rambu-rambu petunjuk jalan cukup jelas terlihat dan sangat informatif, di beberapa ruas jalan juga dijumpai mobil safety patrol yang selalu siaga untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Perbedaannya mungkin dari alas jalannya. Jalan hauling KPC hanya diperkeras oleh lapisan burn mudstone yang selalu di pelihara oleh greader atau kompaktor setiap harinya sedangkan jalan tol Purbaleunyi berupa beton atau aspal halus yang juga dilakukan perawatan berkala. Tak heran apabila aku selalu tertidur pulas di sepanjang perjalanan ini karena tingkat keselamatan perjalan di jalur tol Purbaleunyi benar-benar diperhatikan.

Cukup bangga melewati jalan tol ini lengkap dengan lanskap sawah dan kampung yang hijau nan asri di kiri dan kanannya seakan-akan kita sedang melewati jalan dari sebuah negara yang kaya-raya, gemah ripah loh jinawi, ijo royo-royo, tanam kayu tumbuh pohon serta lautnya yang berisi susu seperti lagunya Koes Plus. Jalan tol semacam ini tidak hanya ditemui di jalur Jakarta – Bandung tapi juga di jalan-jalan tol lain di seluruh penjuru Indonesia. Sekali lagi saya tegaskan hanya “jalan tol” padahal jalan tol yang semacam ini mungkin hanya ada 5% dari seluruh jalanan di penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke. 95% yang lainnya statusnya adalah seakan-akan mirip jalan tol.
Cobalah sekali-kali lintasi jalur Sangatta – Balikpapan maka mungkin inilah jalanan yang mencerminkan wajah Indonesia sebenarnya. Lebar jalan yang tidak standar, dengan rambu dan penerangan apa adanya lengkap dengan kondisi jalan yang cocok sebagai kubangan kerbau daripada sebuah jalan propinsi. Atau jalur-jalur lain lintas propinsi di luar Jawa, karena saya belum pernah melewati jalur selain Jawa dan Kalimantan maka saya tidak memberikan testimonialnya tetapi saya kira nasibnya serupa dengan jalur lintas propinsi di Kalimantan yang sangat jauh dari keselamatan itu.
Terakhir, untuk pemimpin negara ini : Jalanan yang mempunyai standar keselamatan tinggi hanya 5% saja sudah membuatku bangga ketika melewatinya maka tidaklah perlu untuk ditingkatkan karena yang berlebihan itu tidaklah baik. Atau pengurangan tingkat keselamatan berkendaraan merupakan program pemerintah untuk mengurangi jumlah penduduk karena kenyataannya program Keluarga Berencana tidak berhasil menanggulangi ledakan jumlah penduduk.
*) Sumber Gambar: http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/purbaleunyi_0006.jpg
3 comments August 7, 2009
Dugem Ala Petani

http://www.keuskupan-purwokerto.net/files/petani.jpg
Dalam lintasan jalur kereta api Bandung – Jogjakarta, kita akan disuguhkan pemandangan yang niscaya penuh dengan warna hijau yang terbentang luas di sepemandangan mata. Adalah persawahan yang apabila dihitung luasnya bisa beratus ribu hektar mencirikan bahwa negara kita adalah negara agraris. Apabila ada salah satu penumpang kereta seorang turis dari negara eropa atau Amerika pasti mereka akan berdecak kagum dan lampu kamera akan selalu menyala untuk mengabadikan pemandangan hijau persawahan. (more…)
15 comments July 26, 2009
Mundur sebagai rakyat
Jadwal contrengan tinggal menghitung hari sudahkah kalian menentukan pilihan kalian? Atau tidak peduli dengan tidak memilih karena tidak memilih adalah sebuah pilihan. Ya, saya akan memilih untuk itu saya harus mudik sebentar ke Jogjakarta karena hanya disanalah saya tercatat sebagai pemilih yang sah. Sebagai seorang WNI, cukup baik kan saya
padahal belum tentu, toh kalian juga tidak akan tau apa yang akan saya lakukan di bilik suara koq.
Yang saat ini saya pikirkan adalah, kira-kira gimana ya perasaan para caleg ataupun pengurus partai menjelang detik2 menentukan ini? Apakah mereka sedang menghitung jumlah hutang karena nombok biaya kampanye? Apakah mereka sedang bertapa di bawah pohon rindang bakar kemenyan sambil komat-kamit supaya jin iprit mempengaruhi bolpen agar nyontreng sendiri? Apakah mereka malah sedang mempersiapkan dana tambahan untuk serangan fajar? Apakah mereka sedang mengumpulkan massa untuk antisipasi apabila kalah nanti siap bakar-bakaran? Atau apakah mereka justru istirahat berleha-leha di rumah bersama keluarganya karena sudah yakin menang? Yang pasti sedikit yang justru mengulas lagi janji-janji mereka yang telah mereka ucapkan untuk dilaksanakan setelah kemenangan nanti. (more…)
8 comments April 7, 2009
Mencari ke-Indonesia-an di negeri Belanda
Kalau berkesempatan maka sekali-kali kunjungilah museum atau perpustakaan di negeri Belanda, niscaya akan banyak ditemukan manuskrip-manuskrip yang berhubungan dengan Indonesia pada masanya dimana hubungan kedua negara ini pernah dekat (dalam catatan: dijajah dan menjajah). Mengesampingkan ironi penjajahan pada masa itu, yang memang mungkin menjadi hal yang wajar pada kalanya bagi bangsa Eropa Sang Conqueror untuk membuktikan pada dunia bahwa mereka mempunyai kuasa pada dunia bukan melalui teknologi melainkan jumlah daerah jajahan juga mencari alternatif daerah baru sebagai sumberdaya alam untuk kesejahteraan rakyatnya. Maka berbondong-bondonglah para penakluk dari belahan dunia Eropa mencari 3G (Gold, Gospel dan Glory) termasuk diantaranya Belanda sampai di Indonesia hingga 3,5 abad lamanya. Pola pikir regional yang mengkerucut bahwa pusat peradaban adalah Eropa waktu itu mengesampingkan hak asasi dari daerah jajahan sehingga ada sebuah garis pembatas tegas yang memisahkan antara penjajah dan yang dijajah, hampir tidak ada simbiosis mutualisme didalamnya. (more…)
14 comments April 4, 2009
Sudah menjadi tradisi beranak pinak manusia di Indonesia untuk merayakan lebaran. Tak terkungkung oleh batasan agama Islam saja yang merayakannya tetapi semua ikut berbahagia menyambut hari raya ini, setidaknya bahagia 2 hari libur kantor. Bagi umat muslim sendiri, lebaran adalah penanda kefitrahan dari umat muslim setelah sebulan lamanya beribadah dan berpuasa selain sebagai ajang silaturahmi kepada sanak saudara di kota asal. Lebaran adalah awal dari kondisi fitri (zero condition) dimana sesama umat muslim saling memaafkan dosa dan kesalahan untuk menuju jalan hidup kedepan yang lebih baik sampai dengan bulan Ramadhan tahun depan. 




