Letusan Toba (74.000 tahun yang lalu) “Yang Kuatlah Yang Bertahan”
September 30, 2009
Erupsi Tambora pada 1815 mungkin merupakan letusan terbesar yang tercatat dalam sejarah yang mengakibatkan perubahan iklim global dan menewaskan ratusan ribu manusia yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung. Tetapi 74.000 tahun yang lalu gunungapi yang lain di Indonesia bernama Toba meletus dan mengakibatkan bencana yang jauh lebih besar dan kemungkinan berakibat pada proses evolusi manusia.
Toba diperkirakan memuntahkan 2.800 km3 magma, bandingkan dengan letusan Tambora yang dianggap sangat hebat itu hanya memuntahkan 50 km3 magma. Indeks letusan (Volcanic Explosity Index) Toba tercatat pada skala 8 yang berarti sangat menakjubkan melebihi apapun (humongous). Letusan ini membentuk kawah kaldera yang sangat luas yang saat ini terkenal dengan nama Danau Toba. Ketinggian kaldera 1.200 m dengan panjang 85 km dan lebar maksimum 25 km. Luas area 1.780 km2 dan bagian terdalam dari danau adalah 580 m.
Erupsi Toba menghasilkan endapan piroklastik dan gas yang diinjeksikan mencapai stratosfer hingga ketinggian 30 km atau lebih. Debu volkanik hasil dari letusan diambil dari dasar Samudera Hindia dan Laut China Selatan diidentifikasi umurnya menghasilkan letusan Toba terjadi saat transisi iklim hangat ke dingin pada jaman es. Lapisan debu volkanik yang diambil dari dasar Samudera Hindia setebal 30 cm dari lokasi yang jauhnya 2.400 km di sebelah barat Toba. Debu dan aerosol Toba melingkupi bumi dengan area yang sangat luas dan menutupi jatuhnya sinar matahari menyebabkan iklim global turun setidaknya 10 derajat celsius mendinginkan bumi selama beberapa tahun lamanya.
Iklim yang keras menyebabkan manusia purba pada saat itu melakukan migrasi yang jauh secara berkelompok yang menyebabkan menurunnya jumlah populasi yang signifikan. Dalam penelitian DNA manusia purba, turunnya jumlah populasi terjadi pada 70.000 – 80.000 tahun yang lalu yang bertepatan dengan waktu Toba erupsi. Setidaknya populasi manusia kala itu menurun 10.000 jumlahnya menghasilkan pemilihan dalam evolusi yang terkuatlah yang bertahan dan mendekati kepunahan (bottleneck evolution).
Sumber tulisan : Volcanoes in Human History (2002)
Sumber gambar : http://siezhien.wen.ru/mistery/toba.jpg
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1.
xyz | October 4, 2009 at 12:21 am
wah kebetulan lagi nyari bacaan tentang Toba, abisnya dari dulu penasaran.. !!
2.
xyz | October 4, 2009 at 12:31 am
btw, seru juga kalo ekskursi kite besok ke sekitaran sumatra utara ya? bisa lihat debu vulkaniknya toba…!!
3.
iwantolet | October 4, 2009 at 8:25 am