Woalah Ternyata Sheila On 7
September 24, 2009
Apa jadinya bila anda bertemu dengan artis terkenal? Gugup, senang, histeris, menangis, biasa aja atau malah guling-guling? Itu semua terjadi jika anda mengenal dengan jelas artis idola anda. Jika sang artis sempurna dengan penyamarannya mungkin anda akan bersikap biasa saja dan berlaku cuek terhadapnya tanpa memperdulikan siapa dia.
Ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, ketika sepupu jauh saya yang seorang musisi dari Jakarta berkunjung di rumah saya di Jogjakarta. Mengapa saya baru menulis cerita ini sekarang? Karena saya baru mengingatnya kembali ketika lebaran kemaren bertemu kembali dengannya pada forum silaturahmi keluarga di Solo.
Ketika itu kira-kira saya masih semester 6 kuliah S1 di Teknik Geologi UGM, dan sepupu saya baru saja lulus dari SMA. Sepupu saya seorang perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk musik. Dengan bakat dan talenta yang ada maka saat ini dia menuai hasilnya dengan mengeluarkan album indie bersama kekasihnya bertitel EndahNRhesa. Ya betul, sepupu saya adalah Endah itu sendiri.
Ketika itu Endah kebetulan sedang ada pekerjaan musikal di Jogjakarta dan memutuskan untuk menginap di rumah. Dia diantarkan teman lelakinya. Karena sudah diberi kabar sebelumnya, maka ibu dan saya bergegas untuk menyambutnya dengan suka cita. Dan mulailah kami mengobrol ngalor-ngidul mencairkan suasana karena terus terang baru pertama kali itulah saya bertemu dengan Endah walaupun sering mendengar kabar dari orangtua.
Yang membuat saya penasaran adalah sosok lelaki yang mengantarkan Endah ke rumah sepertinya sangat familiar. Ada perasaan bahwa saya pernah melihatnya di suatu tempat. Lelaki itu cukup sopan dan sangat njawani dengan bahasa jawa halus ketika berbicara dengan ibu saya. Endah sendiri tidak begitu memperkenalkan siapa lelaki itu, dia hanya bilang bahwa ini teman saya di Jogja.
Karena ibu doyan ngobrol, sampailah pada pembicaraan mengenai hobi, pekerjaan dan hal-hal lain yang menyangkut terhadapnya. Endah dengan gamblang menjelaskan bahwa dia akan mendedikasikan hidupnya untuk bekerja di bidang musik karena disitulah dia bisa bahagia. Kemudian sesi pertanyaan ibu kepada lelaki itu berlangsung:
Ibu : “Kalo adik ini namanya siapa? Juga senang main musik?”
Lelaki : “Nama saya Eross bu, iya saya juga senang banget main musik” Sambil senyum-senyum
Seketika itu, saya baru tersadar bahwa teman lelaki Endah di hadapanku ini adalah Eross gitaris Sheila On 7. Pada tahun 2003-an Sheila On 7 cukup terkenal di kalangan remaja bahwa adik perempuanku yang ketika itu masih di bangku SMA memiliki posternya.
Sambil tetap ramah, ibu kembali melanjutkan obrolannya.
Ibu : “Dik Eross, kalau menyenangi musik jangan setengah-setengah dan harus profesional. Seperti itu lho… Sheila On 7, itu grup band anak muda semua dari Jogja tapi sudah terkenal seluruh Indonesia. Kalo ditekuni semoga nanti dik Eross dan mbak Endah bisa seperti Sheila On 7, bla… bla… bla…” penuh dengan wejangan
Eross & Endah : “Nggih bu…” Sambil senyum-senyum sendiri.
Ketika saya mendengar itu rasanya malu sekali karena dengan pede nya si mama mencatut nama Sheila On 7 yang jelas-jelas dedengkotnya ada di depan mata beliau sendiri. Tapi nasi sudah menjadi bubur dan bubur sudah dimakan saya, maka ucapan itu tidak bisa ditarik kembali tersisa saya dengan senyum-senyum malu
Ternyata Endah masih ada acara lagi dengan Eross dan hanya tas bawaannya yang dia titipkan di rumah dan setelah acara usai Endah akan diantar kembali ke rumah. Setelah keduanya berpamitan, baru saya beritahu ibu sambil bawa poster Sheila On 7 kalau yang dihadapannya tadi adalah Eross gitaris Sheila On 7. Lalu ibu berkata sambil terkejut.
“Woalah… aku ra ngerti, tiwas tak kandani macem-macem, tibake Sela On Sepen tho… Isin aku, wah piye iki… isin aku… kowe koq ra ngandani aku… bla-bla-bla…”
Translate in Indonesia:
“Ya ampun… saya tidak tahu, terlanjur saya beri petuah macam-macam, ternyata Sheila On 7… Malu aku, wah bagaimana ini… malu aku… kamu koq tidak memberi tahu saya… bla-bla-bla…”
Dan saya hanya bisa senyum-senyum sendiri
(c) Foto : www.swaberita.com
Entry Filed under: Tentangku. Tags: EndahnRhesa, Eross, keluarga, malu, Sheila On 7.
6 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1.
fadhilatul muharram | September 27, 2009 at 3:09 am
wuihh… cadass… pertama komen nih. dan jadi komentator pertama pula hihi…
senang yah mas erros bisa dtg ke rumahnya. kebetulan sy juga seneng betul sama SO7. wew… hoho
btw, nama fansnya S07 biasa disebut apa sih… :p *norak* *cuma suka aja sih, bukan fans*
2.
iwantolet | September 27, 2009 at 3:52 pm
3.
nadya | October 2, 2009 at 2:36 am
huahahahhaha ….
4.
iwantolet | October 2, 2009 at 6:08 pm
5.
yuti | October 6, 2009 at 6:06 am
hahahahah… mamamu ki ndagel..
aku diceritain sapa gitu pas mamamu ke breadtalk, trus bilang “mau beli breadtalk..”
6.
iwantolet | October 6, 2009 at 8:07 am