Jalan Bebas Keselamatan

August 7, 2009

Perjalanan Bandung – Jakarta atau sebaliknya selama 2,5 jam biasanya selalu saya lewatkan dengan tertidur pulas di dalam kursi travel. Tak pernah kugubris apa yang terjadi di sekitarku, kuserahkan seluruhnya tubuhku ini di tangan pak sopir yang rajin menyetir.

Sekali waktu ternyata mataku tidak bisa kuajak terpejam karena semalam tidurku cukup pulas dan lumayan lama, akhirnya aku terjaga terus sepanjang perjalanan pulang Jakarta – Bandung. Terjaga sepanjang perjalanan adalah membosankan untung aku selalu membawa ipod untuk mengurangi rasa bosan.

Akhirnya sampai pula roda kencang travel menginjakkan jalur tol Purbaleunyi. Jalur tol ini sangat lebar dengan pemandangan yang menarik di sepanjang kiri dan kanan jalur. Lancarnya perjalanan dan standar jalan yang mulus mengingatkanku pada jalur hauling batubara di Kaltim Prima Coal ketika aku masih bekerja di sana. Jalan hauling KPC dan jalur tol Purbaleunyi mempunyai standar keselamatan yang hampir sama. Rambu-rambu petunjuk jalan cukup jelas terlihat dan sangat informatif, di beberapa ruas jalan juga dijumpai mobil safety patrol yang selalu siaga untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Perbedaannya mungkin dari alas jalannya. Jalan hauling KPC hanya diperkeras oleh lapisan burn mudstone yang selalu di pelihara oleh greader atau kompaktor setiap harinya sedangkan jalan tol Purbaleunyi berupa beton atau aspal halus yang juga dilakukan perawatan berkala. Tak heran apabila aku selalu tertidur pulas di sepanjang perjalanan ini karena tingkat keselamatan perjalan di jalur tol Purbaleunyi benar-benar diperhatikan.

Cukup bangga melewati jalan tol ini lengkap dengan lanskap sawah dan kampung yang hijau nan asri di kiri dan kanannya seakan-akan kita sedang melewati jalan dari sebuah negara yang kaya-raya, gemah ripah loh jinawi, ijo royo-royo, tanam kayu tumbuh pohon serta lautnya yang berisi susu seperti lagunya Koes Plus. Jalan tol semacam ini tidak hanya ditemui di jalur Jakarta – Bandung tapi juga di jalan-jalan tol lain di seluruh penjuru Indonesia. Sekali lagi saya tegaskan hanya “jalan tol” padahal jalan tol yang semacam ini mungkin hanya ada 5% dari seluruh jalanan di penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke. 95% yang lainnya statusnya adalah seakan-akan mirip jalan tol.

Cobalah sekali-kali lintasi jalur Sangatta – Balikpapan maka mungkin inilah jalanan yang mencerminkan wajah Indonesia sebenarnya. Lebar jalan yang tidak standar, dengan rambu dan penerangan apa adanya lengkap dengan kondisi jalan yang cocok sebagai kubangan kerbau daripada sebuah jalan propinsi. Atau jalur-jalur lain lintas propinsi di luar Jawa, karena saya belum pernah melewati jalur selain Jawa dan Kalimantan maka saya tidak memberikan testimonialnya tetapi saya kira nasibnya serupa dengan jalur lintas propinsi di Kalimantan yang sangat jauh dari keselamatan itu.

Terakhir, untuk pemimpin negara ini : Jalanan yang mempunyai standar keselamatan tinggi hanya 5% saja sudah membuatku bangga ketika melewatinya maka tidaklah perlu untuk ditingkatkan karena yang berlebihan itu tidaklah baik. Atau pengurangan tingkat keselamatan berkendaraan merupakan program pemerintah untuk mengurangi jumlah penduduk karena kenyataannya program Keluarga Berencana tidak berhasil menanggulangi ledakan jumlah penduduk.

*) Sumber Gambar: http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/purbaleunyi_0006.jpg

Entry Filed under: Opini. Tags: , , , .

3 Comments Add your own

  • 1. nadya  |  August 8, 2009 at 5:13 am

    hhahahaha … kubangan kerbau

    Reply
  • 2. zefka  |  August 10, 2009 at 7:56 am

    kalo Jakarta BAndung biasa tertidur… tapi kalo jln haulingnya KPC jg tertidur kah? heheheee, pasti tetap melek tuh…

    Reply
    • 3. Nugroho  |  August 13, 2009 at 1:13 pm

      ga juga mas, banyak juga yang tertidur koq. Tapi syaratnya harus jadi penumpang. Kalau jadi sopir bisa repot kalo tertidur

      Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


ANTAREJA bingung

Antareja, adalah salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam Mahabharata karena merupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Ia merupakan putra sulung Wrekodara atau Bimasena dari keluarga Pandawa. Antareja mempunyai kesaktian dapat hidup dan berjalan di dalam bumi, namun ketika berada di dalam bumi dia selalu kebingungan menjelaskan apa yang terjadi di dalam sana.

Kategori Tulisan

Kalender

August 2009
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Tulisan Terbaru

Posting Favorit

Tulisan terdahulu

Komentar Terbaru

Levy on Dunia Tambang
Rinthomas Munte on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
ariyo on Jadi Manusia Jangan Sombo…
rinthomas on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
rinthomas on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
HIBURAN - Dongeng Ci… on Batubara : Menilik Untung-Rugi…
zefka on Catatan Harian Seorang Ge…
iwantolet on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…

Photoaddic

Blue Ocean2

Sepeda kumbang

Orang Pinggiran

Menanam Padi

Balada Becak

More Photos

Lokasi Pengunjung

Dilihat sebanyak

Termasuk ke dalam :

RSS Katastropi (Dunia sastra kecilku)

Kawan

Sering Dikunjungi

Meta

Spam Blocked