Jadi Manusia Jangan Sombong
April 30, 2009
Dalam dunia geoscientist dikenal adanya skala waktu geologi. Skala waktu ini dibuat dengan menggabungkan data-data empiris dari seluruh penjuru bumi yang mewakili dari tiap umur geologi.
Berdasarkan Teori Nebulae (Safronov, V.S. 1972), matahari dan planet-planet terbentuk bersama-sama dari aglomerasi materi yang terdispersikan, yang berputar sebagai spiral atau piringan yang disebut nebulae dan terdiri dari material yang disebut chondrite (Rubin, 1989). Chondrite diketemukan dalam batu meteor dari jenis chondritic meteor yang berasal dari asteroid dan diyakini bahwa chondrite ini merupakan sisa dari materi yang berakresi membentuk planet. Chondrite ini diketemukan juga di bumi dan dari chondrite inilah umur perkiraan dari bumi ini dapat ditentukan. Dengan teknologi pentasbihan umur maka didapat umur dari chondrite ini adalah 4,55 milyar tahun yang kemudian disebandingkan dengan umur dari pembentukan bumi ini. Kesimpulannya adalah umur dari bumi ini adalah 4,55 milyar tahun sejak pertama kali terbentuk.

Kembali melihat gambar skala umur geologi, umur terekam kejadian geologi yang paling tua dalam skala umur tersebut adalah 3,85 milyar tahun yang lalu, selebihnya tidak diketemukan lagi data empiris di muka bumi ini selain pentasbihan umur dari chondrite tersebut.
Skala waktu geologi tersebut bercerita tentang kejadian-kejadian geologi di dalam bumi yang terus bergerak ini sampai pada kehadiran manusia modern pertama kali di bumi yaitu pada 150.000 tahun yang lalu. Penentuan umur manusia dihasilkan dari perhitungan umur dari fosil dan dna yang ditemukan di muka bumi ini. Coba masukkanlah kurun waktu 150.000 tahun yang lalu pada skala waktu geologi, maka hasilnya adalah pada kurun waktu Holosen (pojok kiri atas) dan apabila dibuat sebuah blok umur maka hanya akan menghasilkan ketebalan tidak lebih dari 2mm saja. Bandingkan dengan umur bumi, umur keberadaan manusia modern hanya 0,000033 bagian dari umur bumi saja.
Sekarang bandingkan lagi dengan dimensi manusia, katakanlah manusia tertinggi di dunia saat ini adalah 3 m dengan berat maksimal 300 kg, bagaimana dengan dimensi bumi? Bumi memiliki dimensi jarak pusat bumi-khatulistiwa sepanjang 6.378,4 km, dimensi jarak pusat bumi-kutub sepanjang 6.356,9 km dengan volume 1,1 x 1012 km3 dengan total massa 6 x 1024 metrik ton. Jika membandingkan semua dimensi ini maka manusia tak lebih hanya seekor tungau pada tubuh bumi.
Kehidupan manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dinamisitas bumi dan alam semesta. Pada kurun waktu yang hanya sekelas milimeter saja manusia sudah mengkotak-kotak bumi untuk menimbulkan prahara besar di muka bumi mulai dari peperangan, perusakan lapisan ozon dan lain halnya. Belum lagi masalah-masalah ukuran mikro seperti konflik antar agama, suku, perebutan pemerintahan dan segala hal yang berbau mikro tapi sok makro. Semoga dengan melihat perbandingan umur geologi ini dengan sejarah lahirnya manusia di bumi ini sampai dengan sekarang menyadarkan kita bahwa permasalahan manusia hanyalah masalah mikro dalam dunia global yang raksasa.
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1.
nadya | May 2, 2009 at 4:35 am
haha ya ampun ngono yo byenkz? wah brarti selama ini aku “blinded by the light”