Geologist Waktu Itu
April 30, 2009
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan berkunjung di ruang kerja Pak Bob Yuris Chandra –seorang ahli palinologi jebolan S1 Biologi UGM angkatan 92 dan sekarang sedang menempuh S2 Geologi ITB– di laboratorium palinologi di kampus geologi ITB. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan Pak Bob, tiba-tiba saya ditunjukkan dengan sebuah surat yang tersimpan rapi dalam rak di laboratorium tersebut.
Surat tersebut tertanggal 15 April 1986 dari seorang mahasiswa kerja lapangan geologi (Alfian) kepada dosen pembimbingnya (Dr. Harsono Pringgopawiro). Yang menarik dari surat ini adalah kita bisa membayangkan bagaimana kondisi perkuliahan geologi pada kurun waktu tersebut (1986-an) dimana belum ada alat komunikasi telepon selular, telepon rumah ataupun transportasi yang memadai sehingga surat-menyurat merupakan sarana yang cukup strategis di jamannya. Setelah meminta ijin akhirnya saya berkesempatan untuk mengabadikan surat tersebut dengan di scan.

Dari hasil scan surat tersebut, kemudian saya translate ulang maka tulisannya seperti ini:
Desa Japah 15 April 1986
Kepada
Yth. Bapak Dr. Harsono Pringgopawiro
Di Bandung
Dengan Hormat
Dengan ini kami khabar kan kepada Bapak, bahwa kami bertiga Alfian. (5178040), Hendarmin A. (5180055) dan Eko Atmanto (5180060) di bawah bimbingan Bapak telah berada di lokasi penelitian lebih kurang satu bulan setengah dalam rangka penelitian Geologi.
Kami akan berada di lapangan ini selama dua bulan. Kegiatan kerja lapangan yang efektif kami lakukan ±35 hari sisa nya kami manfaat kan untuk istirahat di samping cuaca yang tidak mendukung hujan sepanjang hari mudah-mudahan sisa dua minggu ini kami manfaatkan full dilapangan. Untuk itu kami mohon maaf pada Bapak karena baru sekarang memberi khabar hal mana disebabkan susah nya transport ke kantorpos terdekat.
Dalam mengurus izin penelitian kami tidak mendapat halangan mulai dari Pemda Jawa Barat, Jawa Tengah di Semarang sampai ke Pemda Kabupaten Blora dan kecamatan Ngawen semua berjalan lancar.
Masalah yang kami hadapi banyak terdapat di lapangan tapi dengan banyak nya literatur yang kami bawa dan melalui diskusi satu-demi satu alhamdulilah masalah itu teratasi.
Tapi bagaimanapun masih banyak yang akan kami tanyakan pada Bapak. Sehubungan dengan itu kami siap menanti kedatangan Bapak di lokasi penelitian sehabis Lebaran sesuai dengan kesediaan dan waktu yang ada pada Bapak ketika kami sendiri. Alfian menghadap Bapak tempohari di Bandung.
Akhirnya Kami ucapkan banyak-banyak trimakasih atas perhatian Bapak
Hormat Kami
an
(Tanda Tangan)
(Alfian)
Tercengang cukup lama ketika saya membaca surat ini, dan seketika terlintas dalam pikiran saya membandingkan kondisi ketika saya kerja lapangan pemetaan dibimbing oleh Bapak Ir. Sukardi dan Bapak Prof. Sukandarrumidi baik itu di daerah Borobudur maupun di Banjarnegara ketika masih menempuh S1 di UGM. Kondisinya sangat kontras karena dalam hitungan jam, saya sudah bisa berada di kampus seketika atau dalam hitungan detik saya bisa mengirim sms kepada dosen pembimbing.
Apa yang bisa diambil dari surat ini adalah sebuah semangat dalam pencarian keilmuan geologi. Semoga cukup memberikan motivasi bagi para geologist masa kini agar bisa bertahan dalam kondisi apapun untuk menyuarakan para batu yang membisu itu. Dalam keyakinan saya berkata bahwa para geolog itu pasti saat ini telah sukses di bidang geologi.
Entry Filed under: Kebumian. Tags: mahasiswa geologi, surat.
8 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1.
xyz | May 2, 2009 at 2:53 am
wahhhhhhhhhh… teknologi memang bermata dua ya.. mempermudah sekaligus terkadang menjadi bagian dari pengrusakan.. he he he.. mantap.. ini surat jangan2 juga belum nyampe ke si empu nya..
2.
nadya | May 2, 2009 at 4:32 am
hiks hiks hiks hiks …. marakke trenyuh ….
3.
Nugroho | May 2, 2009 at 9:02 am
4.
zefka | May 4, 2009 at 5:05 am
jadul banget mbreng, tp ngeri banget ya.. 35 hari
5.
pindar | September 11, 2009 at 12:10 pm
emang mantep bro, geologist jadul dan sekarang jauh banget, bayangin gimana rasanya pemetaan jaman dulu, cuma modal bolpen ama kertas..wuih..
6.
Nugroho | September 15, 2009 at 8:32 am
7.
Ari Black | September 17, 2009 at 7:22 am
Pesan untuk Bob:(Pak Bob Yuris Chandra)
Masih hidup Bob…?
Ini Gue, Ari…. di semarang
Jangan under estimate lagi Bob, Gue udah masuk kwadran 3, bukan employee lagi..
Widoyo di surabaya, Rifa pindah microsoft….
Nomermu hilang, nomerku masih yang dulu
Ary Black
8.
Nugroho | September 17, 2009 at 7:59 am