Pilihan Hidup

April 7, 2009

Tulisan ini sebenarnya sudah pernah saya muat di blog katastropi saya, ketika waktu itu masih menggunakan fasilitas blog friendster. Tidak ada salahnya untuk memindahkan kembali ke blog ini. Semoga bermanfaat.

*****

Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah novel Jepang dengan judul Norwegian Wood karya Haruki Murakami. Norwegian Wood adalah novel yang bertemakan cinta. Cinta yang disajikan dalam novel ini bukan merupakan kisah cinta murahan tapi memerlukan perenungan yang lebih dalam dan pemikiran kedewasaan yang dibumbui dengan kisah-kisah yang lucu dan tragis. Karakter tokoh yang dipilih oleh Murakami merupakan karakter yang tidak biasa dan secara konsisten terus dipertahankannya sampai akhir dari novel ini. Gaya penulisan Murakami yang tidak terbatas memaksa sang pembaca secara magis masuk ke dalam hingga sampai ke tahap perenungan yang sangat dalam.

Kisahnya tentang Toru Watanabe yang memulai tahun pertamanya sebagai mahasiswa di sebuah Universitas di Tokyo setahun setelah sahabatnya (Kizuki) bunuh diri. Pacar Kizuki (Naoko) dan Watanabe menjalin hubungan asmara, tapi hubungan cinta mereka sangat rumit akibat depresi yang dialami oleh Naoko. Akhirnya Naoko bergabung menjadi anggota sanatorium dan “Si Sepi” Watanabe bertemu dengan perempuan lain yaitu “Si Genit yang Bersemangat” Midori. Pada diri Watanabe terjadi pertentangan batin yang mempertaruhkan kesetiaannya pada Naoko yang kenyataan merupakan jalinan cinta yang rumit apabila akan dijalani. Sedangkan di sisi lain, di depannya terdapat gadis yang begitu bersemangat menjalani hidup dengan dirinya menawarkan cinta yang selalu bergairah.

Kedahsyatan novel semakin terasa saat pertentangan batin Watanabe tersebut terjadi. Sang Penulis (Murakami) tidak secara eksplisit menuliskan pesan moral yang terkandung dalam novel ini. Dari cara Watanabe memecahkan permasalahannya dan karakter Watanabe menunjukkan seorang pemuda yang mempunyai prinsip teguh di tengah godaan dunia yang melingkarinya. Watanabe memilih jalan kesepian sebagai kaum minoritas di tengah hingar-bingar jiwa mudanya. Tidak jelas batasan apakah dia bahagia atau tersiksa dari pemilihan hidupnya karena dia menjalaninya sebagai pengorbanan yang tulus.

*****

Di tengah keliaran novel ini, juga terdapat pesan moral dan solusi yang tanpa batas yang tidak bisa ditemukan dari kitab bijak ataupun orang bijak. Persoalan yang dilontarkan pada novel ini adalah persoalan kemanusiaan. Sebagai seorang manusia terutama sebagai generasi muda, kita dihadapkan pada pemilihan-pemilihan yang meragukan (karena pada dasarnya hidup ini adalah memilih). Kembali lagi prinsip yang teguh harus dikembangkan dalam hidup kita apabila kita tidak mau diombang-ambingkan oleh jaman. Watanabe pun juga demikian, dia dapat memilih untuk menikmati hingar-bingar masa mudanya dan indahnya persetubuhan walaupun dengan wanita yang tidak ia cintai. Tapi ia memilih jalan kesepian dan sebagai kaum minoritas dalam kelompok hidupnya. Kitalah yang menentukan diri kita sendiri dalam menentukan pilihan hidup yang didasarkan pada prinsip yang kuat dan jangan lupa baca novelnya.

@ ilustrasi : http://www.khatulistiwa.net/

Entry Filed under: Review Buku. Tags: , .

4 Comments Add your own

  • 1. popon  |  April 10, 2009 at 8:42 am

    Novel semi pop ini memang recommended bwt dibaca. Selamat membaca!

    Reply
  • 2. Andri  |  April 19, 2009 at 11:15 pm

    Weleh2, resensinya mantap. Jadi tertarik membaca ni….

    Reply
  • 3. Nugroho  |  April 20, 2009 at 10:49 am

    termasuk novel favorit dan akhirnya penulisnya menjadi novelis favoritku juga. Selamat membaca

    Reply
  • 4. annelis  |  July 4, 2009 at 3:10 pm

    blog ini kok seperti gubug sawah yang ditinggal? kelihatan berjelaga. anyhow, gw juga udah jarang ngeblog, di lafadl enggak bisa dibuka wordpress, jadi blogku juga udah berjelaga. udah baca murakami yang “the wind-up bird chronicle” bung? aku lagi baca yang itu. jauh lebih lirih, jauh lebih dalam, jauh lebih exploratif, dan fantasinya jauh lebih personal dibandingkan “norwegian wood”.

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


ANTAREJA bingung

Antareja, adalah salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam Mahabharata karena merupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Ia merupakan putra sulung Wrekodara atau Bimasena dari keluarga Pandawa. Antareja mempunyai kesaktian dapat hidup dan berjalan di dalam bumi, namun ketika berada di dalam bumi dia selalu kebingungan menjelaskan apa yang terjadi di dalam sana.

Kategori Tulisan

Kalender

April 2009
M T W T F S S
« Mar   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Tulisan Terbaru

Posting Favorit

Tulisan terdahulu

Komentar Terbaru

HIBURAN - Dongeng Ci… on Batubara : Menilik Untung-Rugi…
zefka on Catatan Harian Seorang Ge…
iwantolet on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
iwantolet on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
iwantolet on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
Julgreg on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
celolo on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
Sila on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…

Photoaddic

Blue Ocean2

Sepeda kumbang

Orang Pinggiran

Menanam Padi

Balada Becak

More Photos

Lokasi Pengunjung

Dilihat sebanyak

Termasuk ke dalam :

RSS Katastropi (Dunia sastra kecilku)

Kawan

Sering Dikunjungi

Meta

Spam Blocked