Evolusi Conthong

March 23, 2009

lamarckPada tahun 1800-an seorang ahli biologi Perancis bernama Jean-Babtiste de Lamarck mengeluarkan teori evolusi yang salah satunya poinnya mengatakan bahwa “Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang.” Dalam teori tersebut, Lamarck menggunakan contoh kepala jerapah; pada awalnya jerapah tidak memiliki leher yang panjang, tetapi seiring dengan waktu karena makanan kesukaannya berada jauh di puncak pohon dan si jerapah sering memaksakan leher dan kepalanya untuk mendongak mencubit daun di puncak pohon maka lehernya menjadi panjang. Pertanyaannya adalah mengapa jerapah tidak berevolusi punya sayap sekalian biar bisa terbang di puncak pohon dan makan sepuasnya? Diawali dengan loncat-loncat kecil kemudian loncat-loncat besar dan terbanglah dia menggapai daun-daun di puncak pohon, puncak gunung akhirnya sampai ke luar angkasa. Ah… itu hanya imajinasi saya saja. Teori Lamarck ini tidak lagi digunakan dan sampai sekarang masih menimbulkan banyak kontroversi bersama dengan koleganya Mbah Darwin, mungkin sudah menjadi takdirnya bahkan sampai puluhan tahun sepeninggalnya untuk dikutuk dan dipuja umat manusia.

Saya pribadi tidak menghakimi teori Mbah Lamarck ataupun Mbah Darwin sebagai benar atau salah tergantung dari sudut pandang mana saya menggunakan teori tersebut. Dalam ilmu pergeologian terkadang untuk menjelaskan sejarah geologi harus menggunakan teori evolusi dari salahsatunya karena memang belum ada teori evolusi tandingan yang lebih valid yang bisa digunakan untuk menjelaskan. Dipakai seperlunya sajalah, toh saya tidak fanatik terhadap teorinya koq.

Dalam tulisan ini saya hanya ingin menggunakan teori ini untuk mengakomodir imajinasi saya. Terlahir dari hasil diskusi dengan seorang sahabat yang bercerita tentang kemajuan negara tetangga dalam bidang ilmu pengetahuan yang membuat terobosan-terobosan baru walaupun mempunyai keterbatasan sumber daya alam dibandingkan dengan negara kita tercinta Indonesia. Sahabat bercerita bahwa ditemukannya varietas pohon buah yang bisa menghasilkan beberapa macam buah dalam satu pohon. Apabila dilihat dalam konteks latar belakang sejarah dan lingkungan maka Indonesia yang notabene mengklaim sebagai negara agraris dengan daerah yang begitu luas ditunjang dengan tanahnya yang subur seharusnya inovasi dalam dunia agraris bisa lebih maju dari negara tetangga donk… Mungkin suatu saat diciptakan inovasi tandingan karya anak bangsa berupa sebuah pohon yang selalu berbuah tergantung musimnya. Kalau pas musin durian ya berbuah durian, kalo pas musim rambutan ya berbuah rambutan, kalo pas musim salak muncul salak, kalo ternyata dalam satu musim ada dua tipe buah yang berbuah maka pohon tersebut juga akan menghasilkan dua tipe buah di batangnya. Hebatkan? Kalo yang ini paling pas namanya “Pohon Buah-buahan Mak Nyuss Pemirsa”.

Nah, sekarang masuk kembali ke dalam teori evolusi Mbah Lamarck: “Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang”, seandainya teori ini berlaku maka para manusia-manusia cerdas bin jenius yang selalu berinovasi dan menciptakan teknologi baru, dalam evolusinya akan mempunyai volume otak yang lebih besar dibandingkan manusia yang lain dan organ-organ lainnya akan menyusut atau menghilang. Jadi bisa dibayangkan bahwa nantinya akan ada sosok manusia dengan diameter kepala sebesar ban mobil dengan tubuh kerdil dan tangan dan kakinya sebesar kutil sehingga kalau berjalan ngesot atau ngglundung. Kalau makan dan minum tinggal sedot pakai sedotan dari cairan berkalori dan nutrisi tinggi. Sebagian besar waktu hidupnya dihabiskan di depan computer yang bisa mengerti bahasa manusia tanpa harus mengetik keyboard dan menggerakkan mouse. Manusia-manusia ini menghuni sebagian besar di negara-negara maju pioneer ilmu pengetahuan penggagas teknologi baru yang mutakhir bin dahsyat.

Bagaimana dengan di Indonesia? Kalau kita menganut teori evolusi Mbah Lamarck maka Indonesia pun manusianya tidak luput dari wabah evolusi ini. Seiring dengan kondisi politik Indonesia yang selalu gonjang-ganjing atau dibikin gonjang-ganjing atau sok gonjang-ganjing padahal enggak, maka manusia Indonesia mempunyai hasil evolusi yang berbeda dari negara-negara lainnya. Evolusi di Indonesia maha dahsyat dan tidak ditemukan di belahan dunia manapun hingga spesies manusia Indonesia dimasukkan dalam “Ripley’s Believe It Or Not”. Manusia Indonesia mempunyai tangan yang kekar dan buku-buku jari yang kapalan karena selalu digunakan untuk memukul dan menghajar oranglain begitu pula kakinya. Perutnya buncit dan volume otaknya sangat mini bahkan mikroskopis. Yang menarik selain perkembangan tangan dan kakinya, ada organ lain yang bertambah kuat juga yaitu Conthong/Congor/Moncong/Mulut-nya. Rahang orang Indonesia sangat kuat untuk berkoar-koar berhari-hari hanya untuk sekedar obral janji, bergosip, mengomentari pertandingan olahraga, dan berteriak-teriak karena janjinya tak terwujud, kelaparan, kesakitan dan tertawa terbahak-bahak.

Kalau anda percaya hasil teori ini maka bercerminlah dan lihatlah rahang anda apakah sudah mengalami perubahan. Makanya jangan sering obral janji Pak, Bu, Mas, Mbak yang foto-fotonya nempel di setiap sudut jalan termasuk WC umum.

Entry Filed under: Opini. Tags: , , .

5 Comments Add your own

  • 1. annelis  |  March 24, 2009 at 7:55 am

    Huahaha, ah elu Brenk, jangan-jangan ntar lu berevolusi jadi jemari semua karen jari lu sering lu pake buat ngetik dan (upsss… sensor-bb). Lucu banget kan kalu lu cuma jari semua? Anyway, HTML masih ada tuh di bagian akhir…

    Reply
    • 2. Nugroho  |  March 24, 2009 at 8:39 am

      Kalo gw yakin lu bakal berevolusi seperti apa karena dari judulnya aja udah pas buat lu …Huahahahaha… Thanks, HTML udah gw edit.

      Reply
  • 3. nadya  |  March 26, 2009 at 2:05 pm

    namanya juga teori. kalo ga salah, kurangnya karena pada masa itu mereka belum mengenal dna

    Reply
    • 4. Nugroho  |  March 27, 2009 at 3:51 am

      betul mbak nadya, tapi saya pikir penemuan dna juga terkait dengan problematika buah pikiran dari Mbah Darwin dan Mbah Lamark.

      Reply
  • 5. agung  |  April 10, 2009 at 8:04 pm

    haha…lebih lucu baca mas nug. daripada kowe bercerita…lebih lengkap…
    “pohon buah2an mak nyusss”…hahhaa…
    tapi tenanan, aku langsung bercermin setelah baca iki…..hehe

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


ANTAREJA bingung

Antareja, adalah salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam Mahabharata karena merupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Ia merupakan putra sulung Wrekodara atau Bimasena dari keluarga Pandawa. Antareja mempunyai kesaktian dapat hidup dan berjalan di dalam bumi, namun ketika berada di dalam bumi dia selalu kebingungan menjelaskan apa yang terjadi di dalam sana.

Kategori Tulisan

Kalender

March 2009
M T W T F S S
« Dec   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Tulisan Terbaru

Posting Favorit

Tulisan terdahulu

Komentar Terbaru

iwantolet on Woalah Ternyata Sheila On…
iwantolet on Dunia Tambang
iwantolet on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
iwantolet on Jadi Manusia Jangan Sombo…
iwantolet on Catatan Harian Seorang Ge…
dwi on Woalah Ternyata Sheila On…
Levy on Dunia Tambang
Rinthomas Munte on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…

Photoaddic

Blue Ocean2

Sepeda kumbang

Orang Pinggiran

Menanam Padi

Balada Becak

More Photos

Lokasi Pengunjung

Dilihat sebanyak

Termasuk ke dalam :

RSS Katastropi (Dunia sastra kecilku)

Kawan

Sering Dikunjungi

Meta

Spam Blocked