Detektif Bumi vs Detektif Kasus

December 2, 2008

agen-rahasialima-sekawan-patung-dewaSewaktu kecil dahulu, saya senang sekali membaca buku Detektif Cilik Hawkeye Collins dan Amy Adams atau serial Lima Sekawan. Kini yang terbaru ada komik dengan tema detektif yang serupa dari Jepang yaitu Detektif Conan dan Detektif Kindaichi tetapi untuk komik bergambar ini saya tidak terlalu mengikuti cuma sebatas tahu saja. Komik atau buku bergenre detektif biasanya usungan temanya adalah mengungkapkan sebuah kasus pencurian, pembunuhan atau hal-hal lain yang kemungkinan kasus dan tersangkanya masih terbuka lebar. Maksudnya, kasus tersebut bisa melibatkan semua pihak bahkan pelapor sekalipun, kita tidak akan pernah tahu hasil akhirnya dan hanya menebak kira-kira siapakah pelakunya dari data-data yang diberikan. Biasanya data yang diberikan sangat terbatas dan datanya bisa dari barang bukti, tempat kejadian perkara atau hasil wawancara dengan orang-orang yang terlibat. Otak dan memori kita akan selalu diasah untuk selalu waspada dan peduli dengan semua data-data atau petunjuk yang diberikan. Bahkan di dalam buku Hawkeye Collins dan Amy Adams, sketsa tempat kejadian perkara digambarkan dan disajikan dengan detil, oleh karena itu perlu sebuah konsentrasi dalam mengutip hasil wawancara dan pengamatan detil hasil sketsa tempat kejadian perkara, dengan prinsip sekecil apapun data tetap merupakan sebuah petunjuk. Kalau analisis kita benar dan menemukan pelakunya sesuai dengan hasil analisis si detektif dalam buku, maka senang dan bangga sekali rasanya, disinilah serunya membaca buku-buku bertema detektif.

Detektif di dunia nyata dikembangkan oleh unit kepolisian di suatu negara untuk mengungkap kasus-kasus yang hampir sama seperti di dalam buku tetapi tentunya kasus tersebut adalah kejadian nyata. Perlu sekolah dan training khusus untuk menjadi seorang detektif karena biasanya kasus-kasus yang diserahkan kepada seorang detektif adalah kasus-kasus penting yang sedikit barang bukti dan pelakunya tidak bisa ditentukan secara langsung.

Mengapa saya tiba-tiba bercerita tentang dunia detektif? Tiba-tiba saya teringat dengan kata-kata dosen pembimbing saya waktu mengambil tugas akhir pemetaan geologi. Beliau adalah Prof. Sukandarrumidi, dalam pengantarnya ketika saya berangkat ke lapangan, beliau menerangkan bahwa dunia geologi adalah dunia detektif. Seorang geologist adalah seorang detektif bumi, geologist harus dapat mengetahui sejarah geologi daerah penelitiannya berdasarkan batuan yang ditemukan di lapangan. Peralatan utamanya adalah palu, lup, kompas dan buku catatan lapangan. Pada setiap pengamatan haruslah dilengkapi dengan sketsa lapangan yang jelas dan rapi seperti pula para detektif dalam mengungkapkan kasus, bedanya di dalam dunia geologi tidak ada yang bisa diwawancarai karena batuan tidaklah dapat bicara. Batuan hanya memberikan petunjuk goresan-goresan dan komposisi yang khas sehingga para geologist dapat menginterpretasi apa yang terjadi pada batuan tersebut. Berikut adalah perbandingan antara detektif kasus dan detektif bumi:

perbandingan

me-mr-k

Apapun hasil dari penyelidikan atau penelitian baik itu detektif kasus maupun detektif bumi diharapkan hasilnya adalah sebuah kebenaran karena bisa menyangkut hajat hidup orang banyak. Perbedaan yang signifikan antara detektif bumi dan detektif kasus adalah ada dan tidaknya saksi dalam penyelidikan. Dalam detektif kasus, biasanya sering dijumpai saksi yang menyaksikan kejadian perkara sehingga dapat diwawancarai sebagai bukti otentik sedangkan pada detektif bumi hampir tidak pernah ada saksi kecuali penelitian bencana alam terkini. Kejadian geologi berlangsung jutaan tahun yang lalu dan sampai saat ini tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup selama itu untuk bercerita mengenai kejadiannya. Yang ada adalah fosil atau jejak-jejak fenomena geologi dalam batuan, maka dari itu hasil penelitian biasanya bersifat interpretasi. Perlu digaris bawahi bahwa suatu sejarah geologi atau hasil penelitian geologi bisa mempunyai beberapa interpretasi tergantung dari detektif buminya tetapi harus dilihat versi manakah yang lebih logis dan mendekati kebenaran. Perbedaan interpretasi haruslah disertai penelitian dan publikasi dalam jurnal berupa makalah dan dipresentasikan dalam forum-forum geologi. Yang terakhir, mengutip kata-kata dosen pembimbing saya dalam sebuah pertemuan tahap akhir proses penyuntingan tugas akhir, “jadilah seorang detektif bumi yang cakap dan yakinlah bahwa tidak ada kasus yang tidak bisa dipecahkan”

Entry Filed under: Kebumian, Tentangku. Tags: .

5 Comments Add your own

  • 1. annelis  |  December 3, 2008 at 4:59 am

    mantap detektif. fotonya romantis ya…, kayak di jembatan gt

    Reply
  • 2. iwantolet  |  December 3, 2008 at 7:31 am

    mungkin yang paling kanan itu adalah seorang detektif bumi sejati, nah ilmunya diturunkan sama yang di sebelahnya :)

    Reply
  • 3. nadya  |  December 6, 2008 at 2:51 am

    wah … sampul itu …. buku jaman sd banget :-P aku juga sering baca itu, si mata elang, jawabannya di halaman belakang dilihat pake cermin, hahaha ….

    tulisan yang menarik byenk, seperti biasa. fotone “menggetarkan” hehehehee

    Reply
  • 4. igen  |  December 8, 2008 at 6:21 am

    yen pengen dadi detektif bumi koyo sing ning sebelahmu kuwi kowe kudu tangi subuh2 subuh trus jogging trus minum dua botol air mineral…..

    bravo

    Reply
  • 5. yuti  |  December 16, 2008 at 3:17 pm

    wah, blog-mu ketombean mas..
    he, ketombenya mengikuti si cursor rupanya.. *ndeso_mode_on*

    di dunia pangan juga ada detektifnya, di kasus2 keracunan pangan misalnya..

    ah, there’s a detective in everyone. meskipun tanpa si timmy.. (afu-nya lima sekawan namanya timmy kan ya?)

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


ANTAREJA bingung

Antareja, adalah salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam Mahabharata karena merupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Ia merupakan putra sulung Wrekodara atau Bimasena dari keluarga Pandawa. Antareja mempunyai kesaktian dapat hidup dan berjalan di dalam bumi, namun ketika berada di dalam bumi dia selalu kebingungan menjelaskan apa yang terjadi di dalam sana.

Kategori Tulisan

Kalender

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Tulisan Terbaru

Posting Favorit

Tulisan terdahulu

Komentar Terbaru

HIBURAN - Dongeng Ci… on Batubara : Menilik Untung-Rugi…
zefka on Catatan Harian Seorang Ge…
iwantolet on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
iwantolet on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
iwantolet on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
Julgreg on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
celolo on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…
Sila on Tiga Letusan Gunungapi Terbesa…

Photoaddic

Blue Ocean2

Sepeda kumbang

Orang Pinggiran

Menanam Padi

Balada Becak

More Photos

Lokasi Pengunjung

Dilihat sebanyak

Termasuk ke dalam :

RSS Katastropi (Dunia sastra kecilku)

Kawan

Sering Dikunjungi

Meta

Spam Blocked