Geologist Waktu Itu
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan berkunjung di ruang kerja Pak Bob Yuris Chandra –seorang ahli palinologi jebolan S1 Biologi UGM angkatan 92 dan sekarang sedang menempuh S2 Geologi ITB– di laboratorium palinologi di kampus geologi ITB. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan Pak Bob, tiba-tiba saya ditunjukkan dengan sebuah surat yang tersimpan rapi dalam rak di laboratorium tersebut.
Surat tersebut tertanggal 15 April 1986 dari seorang mahasiswa kerja lapangan geologi (Alfian) kepada dosen pembimbingnya (Dr. Harsono Pringgopawiro). Yang menarik dari surat ini adalah kita bisa membayangkan bagaimana kondisi perkuliahan geologi pada kurun waktu tersebut (1986-an) dimana belum ada alat komunikasi telepon selular, telepon rumah ataupun transportasi yang memadai sehingga surat-menyurat merupakan sarana yang cukup strategis di jamannya. Setelah meminta ijin akhirnya saya berkesempatan untuk mengabadikan surat tersebut dengan di scan. (more…)
4 comments April 30, 2009
Jadi Manusia Jangan Sombong
Dalam dunia geoscientist dikenal adanya skala waktu geologi. Skala waktu ini dibuat dengan menggabungkan data-data empiris dari seluruh penjuru bumi yang mewakili dari tiap umur geologi.
Berdasarkan Teori Nebulae (Safronov, V.S. 1972), matahari dan planet-planet terbentuk bersama-sama dari aglomerasi materi yang terdispersikan, yang berputar sebagai spiral atau piringan yang disebut nebulae dan terdiri dari material yang disebut chondrite (Rubin, 1989). Chondrite diketemukan dalam batu meteor dari jenis chondritic meteor yang berasal dari asteroid dan diyakini bahwa chondrite ini merupakan sisa dari materi yang berakresi membentuk planet. Chondrite ini diketemukan juga di bumi dan dari chondrite inilah umur perkiraan dari bumi ini dapat ditentukan. Dengan teknologi pentasbihan umur maka didapat umur dari chondrite ini adalah 4,55 milyar tahun yang kemudian disebandingkan dengan umur dari pembentukan bumi ini. Kesimpulannya adalah umur dari bumi ini adalah 4,55 milyar tahun sejak pertama kali terbentuk. (more…)
1 comment April 30, 2009
Mundur sebagai rakyat
Jadwal contrengan tinggal menghitung hari sudahkah kalian menentukan pilihan kalian? Atau tidak peduli dengan tidak memilih karena tidak memilih adalah sebuah pilihan. Ya, saya akan memilih untuk itu saya harus mudik sebentar ke Jogjakarta karena hanya disanalah saya tercatat sebagai pemilih yang sah. Sebagai seorang WNI, cukup baik kan saya
padahal belum tentu, toh kalian juga tidak akan tau apa yang akan saya lakukan di bilik suara koq.
Yang saat ini saya pikirkan adalah, kira-kira gimana ya perasaan para caleg ataupun pengurus partai menjelang detik2 menentukan ini? Apakah mereka sedang menghitung jumlah hutang karena nombok biaya kampanye? Apakah mereka sedang bertapa di bawah pohon rindang bakar kemenyan sambil komat-kamit supaya jin iprit mempengaruhi bolpen agar nyontreng sendiri? Apakah mereka malah sedang mempersiapkan dana tambahan untuk serangan fajar? Apakah mereka sedang mengumpulkan massa untuk antisipasi apabila kalah nanti siap bakar-bakaran? Atau apakah mereka justru istirahat berleha-leha di rumah bersama keluarganya karena sudah yakin menang? Yang pasti sedikit yang justru mengulas lagi janji-janji mereka yang telah mereka ucapkan untuk dilaksanakan setelah kemenangan nanti. (more…)
8 comments April 7, 2009
Pilihan Hidup
Tulisan ini sebenarnya sudah pernah saya muat di blog katastropi saya, ketika waktu itu masih menggunakan fasilitas blog friendster. Tidak ada salahnya untuk memindahkan kembali ke blog ini. Semoga bermanfaat.
*****
Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah novel Jepang dengan judul Norwegian Wood karya Haruki Murakami. Norwegian Wood adalah novel yang bertemakan cinta. Cinta yang disajikan dalam novel ini bukan merupakan kisah cinta murahan tapi memerlukan perenungan yang lebih dalam dan pemikiran kedewasaan yang dibumbui dengan kisah-kisah yang lucu dan tragis. Karakter tokoh yang dipilih oleh Murakami merupakan karakter yang tidak biasa dan secara konsisten terus dipertahankannya sampai akhir dari novel ini. Gaya penulisan Murakami yang tidak terbatas memaksa sang pembaca secara magis masuk ke dalam hingga sampai ke tahap perenungan yang sangat dalam. (more…)
4 comments April 7, 2009
Di Bandung kita bertemu dan berpisah
“Aku di Bandung, kapan kita ketemuan? Pokoknya nanti kita harus ketemu di Bandung. Sabtu-Minggu aku libur. Nanti kita kontak-kontakkan lagi”
Begitu kata Wahyu di telepon padaku saat dia berada di Bandung untuk latihan terjun payung lanjut. Memang dia adalah salah satu anggota TNI Angkatan Udara dengan pangkat Lettu.
3 tahun kulewati bersamanya ketika kami berada dalam seragam putih abu-abu. Selalu memilih tempat duduk paling belakang di kelas dan aku selalu berada di depannya. Tak ada kegiatan yang tak kami lewati bersama, kami adalah rangkaian yang tak terpisah bersama sahabat yang lain. Tumbuh bersama mencari jati diri dalam gelegak darah jiwa muda kami. (more…)
7 comments April 7, 2009
Mencari ke-Indonesia-an di negeri Belanda
Kalau berkesempatan maka sekali-kali kunjungilah museum atau perpustakaan di negeri Belanda, niscaya akan banyak ditemukan manuskrip-manuskrip yang berhubungan dengan Indonesia pada masanya dimana hubungan kedua negara ini pernah dekat (dalam catatan: dijajah dan menjajah). Mengesampingkan ironi penjajahan pada masa itu, yang memang mungkin menjadi hal yang wajar pada kalanya bagi bangsa Eropa Sang Conqueror untuk membuktikan pada dunia bahwa mereka mempunyai kuasa pada dunia bukan melalui teknologi melainkan jumlah daerah jajahan juga mencari alternatif daerah baru sebagai sumberdaya alam untuk kesejahteraan rakyatnya. Maka berbondong-bondonglah para penakluk dari belahan dunia Eropa mencari 3G (Gold, Gospel dan Glory) termasuk diantaranya Belanda sampai di Indonesia hingga 3,5 abad lamanya. Pola pikir regional yang mengkerucut bahwa pusat peradaban adalah Eropa waktu itu mengesampingkan hak asasi dari daerah jajahan sehingga ada sebuah garis pembatas tegas yang memisahkan antara penjajah dan yang dijajah, hampir tidak ada simbiosis mutualisme didalamnya. (more…)
10 comments April 4, 2009
The Candidate Berirama Melayu

Beberapa hari yang lalu saya bersama seorang kawan menonton film di sebuah bioskop terkenal di jalan sukajadi Bandung. Pilihan film sudah ditentukan beberapa hari yang lalu yaitu The Candidate. Sebenarnya kami berencana menonton 2 hari sebelum akhirnya kami benar-benar menonton. Alasannya simple, karena salah jadwal
The Candidate dipilih sebagai film untuk menghibur diri terus terang karena termakan promo di bioskop tersebut yang sebelumnya kami lihat ketika menonton Slumdog Millionare di bioskop yang sama. Kesannya angker karena background poster serba gelap dan tokoh utamanya yang tampangnya sangat macho disertai movie trailer nya penuh dengan adegan ketegangan ditambah lagi ini adalah film besutan dari Denmark dan bukan Hollywood minded. Dan itulah persepsi pertama yang kami bawa ketika masuk ke ruang pemutaran film. (more…)
2 comments April 3, 2009
Azab Geologi
Rangkaian shalat Jum’at adalah adanya khotbah dan ini adalah ketentuan, kalo tidak ada mungkin rasanya wagu. Bukan hanya melengkapi rangkaian saja tetapi yang terpenting adalah isi dari khotbah itu. Se-pengalaman saya mengikuti khotbah Jum’at telah mendengarkan berbagai materi dan isi khotbah yang bervariasi mulai dari yang sifatnya provakatif, fundalisme, sejarah, dan informasi-informasi terkini tentang berita nasional tentunya berhubungan dengan akidah Islam. Dari yang hanya monoton membosankan bikin ngantuk (karena materinya itu-itu saja), provokatif bikin mangkel sampai ingin keluar dari forum khotbah Jum’at, sampai yang menarik karena memberikan informasi update berkaitan dengan ilmu pengetahuan. (more…)
5 comments April 3, 2009
Evolusi Conthong
Pada tahun 1800-an seorang ahli biologi Perancis bernama Jean-Babtiste de Lamarck mengeluarkan teori evolusi yang salah satunya poinnya mengatakan bahwa “Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang.” Dalam teori tersebut, Lamarck menggunakan contoh kepala jerapah; pada awalnya jerapah tidak memiliki leher yang panjang, tetapi seiring dengan waktu karena makanan kesukaannya berada jauh di puncak pohon dan si jerapah sering memaksakan leher dan kepalanya untuk mendongak mencubit daun di puncak pohon maka lehernya menjadi panjang. Pertanyaannya adalah mengapa jerapah tidak berevolusi punya sayap sekalian biar bisa terbang di puncak pohon dan makan sepuasnya? Diawali dengan loncat-loncat kecil kemudian loncat-loncat besar dan terbanglah dia menggapai daun-daun di puncak pohon, puncak gunung akhirnya sampai ke luar angkasa. Ah… itu hanya imajinasi saya saja. Teori Lamarck ini tidak lagi digunakan dan sampai sekarang masih menimbulkan banyak kontroversi bersama dengan koleganya Mbah Darwin, mungkin sudah menjadi takdirnya bahkan sampai puluhan tahun sepeninggalnya untuk dikutuk dan dipuja umat manusia. (more…)
5 comments March 23, 2009
Penambangan Bermuka Dua
Tidakkah kita sadari bahwa semua aspek kehidupan manusia tidak lepas dari bahan tambang? Mulai dari peralatan makan sehari-hari, peralatan memasak, transportasi, elektronik, telekomunikasi, bangunan, dan hampir seluruh aspek kehidupan manusia membutuhkan bahan tambang. Apa yang terjadi apabila tidak ada bahan tambang? Tidak akan ada keberadaban, sivilisasi, ilmu pengetahuan akan mentok dan anda tidak akan pernah membaca tulisan ini. Sangat penting bagi umat manusia, bahkan keterdapatannya dalam sebuah negara diklaim sebagai asset vital nasional. Celakanya adalah sebagian besar bahan tambang merupakan sumber daya alam tak terbarukan. Anda boleh mengambil sebanyak-banyaknya dengan konsekuensi bahwa apabila sudah dikuras habis maka tidak akan ada lagi, dan apabila bisa terbentuk lagipun membutuhkan waktu melebihi sejarah kehidupan manusia sejak Adam pertama kali diturunkan Tuhan sampai dengan sekarang. Bisa dibayangkan itu? (more…)
8 comments March 15, 2009





