Tidak mu(r)dah pindah rumah di Jepang
January 15, 2011 12 Comments
Akhirnya saya pindah rumah untuk yang kedua kalinya di Jepang atau tiga tempat tinggal yang berbeda. Kali ini rumah beneran, bisa dibilang apartemen atau orang Jepang bilang apato. Lha sebelumnya apa? Sebelumnya bisa dibilang hanyalah sebuah asrama.
Asrama yang saya huni pertama kali ketika menginjakkan kaki di Jepang adalah asrama yang disediakan oleh JICA. Mengenai hal ini saya telah menjelaskan dengan detil di tulisan saya sebelumnya di sini. Genap 10 hari saya tinggal di asrama tersebut akhirnya saya pindah ke asrama mahasiswa di dekat Ito Campus Kyushu University namanya Ito Dormitory. Alasannya karena asrama JICA hanyalah fasilitas sementara untuk menampung partisipan JICA dalam menerima briefing dan training sebelum hidup sesungguhnya di Jepang. Alasan yang lain adalah Kyushu University sudah menyediakan asrama bagi mahasiswanya untuk tinggal dekat dengan kampus tetapi tentunya tidak gratis karena tidak ada yang gratis di Jepang. Read more of this post



Konnichiwa adalah kata-kata populer yang sering diucapkan orang Jepang. Pada dasarnya adalah ucapan selamat siang tetapi menjadi kata-kata umum menggantikan halo atau ucapan selamat bertemu. Bagi saya, konnichiwa kali ini berarti selamat bertemu kembali dengan Jepang untuk yang kedua kalinya. Kedatangan ke Jepang kali ini saya harus singgah dulu di Jica Center cabang Kyushu untuk mengikuti training selama 9 hari baru kemudian menetap di Asrama Ito dekat kampus Kyushu University.
Gunung Tampomas di Sumedang memang tidak seberapa tinggi dibandingkan dengan gunung-gunung di Jawa Tengah atau Jawa Timur seperti Gunung Slamet atau Gunung Semeru tetapi bagi saya yang sudah lebih dari lima tahun pensiun dari kegiatan naik gunung terasa sangat melelahkan dan menguras fisik. Ketinggian Gunung Tampomas kurang lebih 1684 m di atas permukaan laut dengan titik pendakian dimulai di sekitar Desa Conggeang. Perjalanan itu adalah rangkaian dari kegiatan survei untuk menyingkap tabir sejarah geologi Gunung Tampomas bersama rombongan dari Teknik Geologi UGM yang berkolaborasi dengan Kyushu University Jepang. 

Penyelidikan geologi di Indonesia berperan pen- ting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan sumberdaya alam di Indonesia, tujuannya tidak lain untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa ini. Penyelidikan geologi di Indonesia telah mencapai lebih dari satu seperempat abad dimulai pada tahun 1850. Penyelidikan geologi di Indonesia dalam lingkup peristiwa dibagi menjadi empat masa penting, yaitu Masa Pendudukan Belanda, Masa Pendudukan Jepang, Masa Perang Kemerdekaan dan Masa Mengisi Kemerdekaan.





Komentar Terbaru